Social Icons

Tampilkan postingan dengan label pidato. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pidato. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2013

Pidato Ujian Praktek

Assalamualaikum Wr. Wb

Yang terhormat,
Bapak dan ibu guru SMA Negeri 2 Surabaya.
Dan yang saya cintai,
Teman-teman kelas XII SMA Negeri 2 Surabaya.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmatnyalah kita dapat berkumpul di aula SMA Negeri 2 Surabaya ini dalam acara istighosah dan motivasi bersama.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang.
Terima kasih yang sebesar-besarnya saya tujukan kepada bapak dan ibu guru yang berkenan hadir, dan teman-teman kelas XII yang telah mengizinkan saya untuk menyampaikan pidato singkat ini.

Teman-teman yang saya sayangi,
Tidak terasa sudah hampir 3 tahun kita menimba ilmu di SMADA yang kita cintai ini. Tak hanya pelajaran di kelas yang kita dapat, tapi lebih dari itu. Persaudaraan, perjuangan, tangis, tawa, yang sebentar lagi hanya akan menjadi memori.
UNAS sudah semakin dekat, hanya kurang 35 hari lagi! Saya yakin kalian sudah melakukan berbagai persiapan dalam menyambutnya. Mulai dari belajar sendiri, mengikuti bimbingan belajar, memanggil guru privat, dan lain sebagainya. Saya juga tahu, bahwa hari-hari kalian selalu diisi dengan belajar dan berdoa tanpa lelah dan bosan.

Tapi tak dapat dipungkiri, bahwa ada dari kita yang juga mempersiapkan kecurangan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap kali penyelenggaraan UNAS, kunci jawaban diperjualbelikan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Hebatnya, presentase kebenaran kunci tersebut sangat tinggi, dan terbukti manjur dari tahun ke tahun.

Teman-teman yang saya cintai,
Bocoran tersebut dapat berbahaya bagi masa depan kita. Bahkan ekstrimnya, bagi masa depan bangsa kita. Mental dan moral kita sebagai generasi penerus akan hancur hanya karena bocoran tersebut. Pendidikan Indonesia tak hanya gagal dalam menciptakan pendidikan yang baik, tapi juga akan gagal dalam mencetak produknya, yaitu kita. Sebagai tombak kepemimpinan bangsa ini selanjutnya.

Teman-teman yang saya banggakan,
Seperti yang sudah dijelaskan oleh bapak dan ibu guru, bahwa UNAS tahun ini agak berbeda. pemerintah sudah menyiapkan 20 paket soal dengan LJK yang berbarcode di dalamnya. Itu artinya, dalam satu ruangan, setiap siswa mendapat satu soal yang berbeda satu sama lain. Ditambah dengan LJK yang sudah dilengkapi barcode yang tidak memungkinkan untuk ditukar. Pengondisian seperti ini mungkin tak bisa 100 % menghilangkan kecurangan, tetapi saya yakin cara ini efektif untuk mengurangi potensi kecurangan yang akan terjadi. Perubahan memang memerlukan waktu, bukan?

Teman-temanku seperjuangan,
Tahukan kalian bahwa dengan menggunakan bocoran, kita tak ubahnya seperti tikus-tikus berdasi yang selama ini kita hujat. Bukankah kita bertekad untuk memperbaiki wajah ibu pertiwi yang sudah tercoreng ini? Menumpas segala bentuk kecurangan yang terlanjur melekat dengan identitas bangsa kita!
Maka dari itu, mari kita mulai dari diri kita sendiri sebagai subyek utama dalam permasalahan ini. Mari kita buktikan bahwa proses belajar kita di SMADA selama ini benar-benar membuahkan hasil yang optimal. Dari otak kita sendiri! Dari keringat kita sendiri! Jangan pernah takut menjunjung tinggi kejujuran dan sportifitas. Percayalah, hasil yang akan kalian dapat akan jauh lebih memuaskan dari pada hasil yang didapat dengan kecurangan.

Dan untuk bapak dan ibu guru, terima kasih atas kesediaan bapak dan ibu dalam mendidik dan membimbing kami selama ini. Lepas anandamu dengan doa dan dukungan. Kami berjanji kami tidak akan mengecewakan bapak dan ibu.

Sekian pidato dari saya, saya mohon maaf apabila ada kata atau sikap yang kurang berkenan. Atas perhatian bapak dan ibu serta teman-teman sekalian saya mengucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Sabtu, 18 Agustus 2012

Contoh Naskah Pidato

Assalamualaikum Wr. Wb

Pada hari terakhir kegiatan belajar mengajar efektif terakhir di sekolah saya minggu lalu, Kamis (9/08/2012), saya dan 31 teman XII P-3 Smadabaya diberi tugas untuk membuat sebuah naskah pidato dengan tema bebas.
Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum yang biasanya dibawakan oleh seseorang yang memberikan orasi dan pernyataan tentang suatu hal yang penting dan patut diperbincangkan.
32 naskah pidato yang terkumpul tentu berbeda satu dengan lainnya. Kami hanya diberikan waktu selama kurang lebih satu jam untuk merumuskannya, berbeda halnya dengan pidato-pidato penting pejabat tingkat atas yang sekiranya membutuhkan otak yang cukup encer dan waktu beberapa hari beberapa malam agar pidatonya menjadi sangat-sangat berkesan.
Pidato yang saya buat bertemakan Sumpah Pemuda, kurang lebih begini isinya.

Assalamualaikum Wr. Wb
Hadirin yang berbahagia, pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmatnyalah kita bisa berkumpul di tempat ini untuk memperingati 84 tahun lahirnya Sumpah Pemuda.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, yang telah mengeluarkan kita dari jaman kegelapan menuju jaman yang terang benderang seperti saat ini.
Terima kasih yang sebesar-besarnya saya tujukan kepada pemuda-pemudi generasi emas ibu pertiwi yang telah berkenan menyediakan waktunya untuk turut memeriahkan acara kali ini.
Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Sumpah Pemuda lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 sebagai awal kesatuan pemuda-pemudi Indonesia yang sebelumnya berjuang melalui daerah asal masing-masing. 84 tahun yang lalu, berbagai pemuda dari sabang sampai merauke berbondong-bondong menghadiri kongres Pemuda yang dipimpin oleh Sugondo Joyo Puspito, hingga akhirnya melahirkan sebuah sumpah, ikrar setia yang menggetarkan siapa saja yang mendengarnya. Sederhana, tapi sarat akan makna. Berbangsa satu, bertanah air satu, berbahasa yang satu, Indonesia!
Pemuda-Pemudi sekalian,
Para perumus sumpah pemuda itu sudah berhasil merealisasikan sumpahnya, menghapuskan perjuangan kedaerahan dan memulai kembali berjuang atas nama persatuan, hingga akhirnya terciptalah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia 17 tahun kemudian. Namun apakah sumpah itu gugur begitu saja?
Tidak. Tahun ini kita memasuki usia kemerdekaan ke 67, tapi pada realita yang terjadi di lapangan, kemerdekaan yang kita capai belumlah mencapai taraf kemerdekaan yang hakiki. Lantas siapakah yng harus berperan selanjutnya? Phlawan-pahlawan terdahulu kita sudah gugur sebagai bunga putra bangsa, dan nasib bangsa ini selanjutnya berada di tangan kalian, wahai generasi emas ibu pertiwi!
Jangan jadikan sumpah pemuda sebagai sejarah masa lalu yang hanya menjadi bahan pelajaran, jangan biarkan sumpah pemuda hanya tertulis indah sebagai pajangan di ruang-ruang kelas. Tapi jadikan itu sebuah motivasi besar untuk kembali bersatu dan mengadakan perubahan terhadap bangsamu, terhadap tanah airmu.
Pemuda-Pemudiku,
Tonggak kemajuan bangsa ini ada di tangan kalian, singsingkan lengan baju kalian dan bawa Indonesia menjadi "ada" di kancah Internasional, buktikan kepada mereka di luar sana bahwa kita bukan bangsa bodoh yang tertinggal, buktikan bahwa bangsa kita juga layak untuk dihormati dan dihargai. Buktikan kepada mereka yang telah gugur di medan pertempuran, bahwa darah mereka tak terbuang sia-sia.
Kurang lebih hanya ini yang bisa sampaikan, kami selaku generasi tua menitipkan ibu pertiwi di tangan kalian, entah beberapa tahun ke depan buatlah mimpi-mimpi kami menjadi nyata.
Saya mohon maaf jika ada kata-kata yang salah dan tidak pada tempatnya,
Wassalamualaikum Wr. Wb

Pidato ini dibuat tak lebih dari sepuluh menit, jadi saya mohon maaf jika di dalamnya masih terdapat kekurangan.

Wassalamualaikum Wr. Wb
Cute Purple Rain drop