Social Icons

Tampilkan postingan dengan label cerita anak sma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita anak sma. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2013

Pidato Ujian Praktek

Assalamualaikum Wr. Wb

Yang terhormat,
Bapak dan ibu guru SMA Negeri 2 Surabaya.
Dan yang saya cintai,
Teman-teman kelas XII SMA Negeri 2 Surabaya.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmatnyalah kita dapat berkumpul di aula SMA Negeri 2 Surabaya ini dalam acara istighosah dan motivasi bersama.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang.
Terima kasih yang sebesar-besarnya saya tujukan kepada bapak dan ibu guru yang berkenan hadir, dan teman-teman kelas XII yang telah mengizinkan saya untuk menyampaikan pidato singkat ini.

Teman-teman yang saya sayangi,
Tidak terasa sudah hampir 3 tahun kita menimba ilmu di SMADA yang kita cintai ini. Tak hanya pelajaran di kelas yang kita dapat, tapi lebih dari itu. Persaudaraan, perjuangan, tangis, tawa, yang sebentar lagi hanya akan menjadi memori.
UNAS sudah semakin dekat, hanya kurang 35 hari lagi! Saya yakin kalian sudah melakukan berbagai persiapan dalam menyambutnya. Mulai dari belajar sendiri, mengikuti bimbingan belajar, memanggil guru privat, dan lain sebagainya. Saya juga tahu, bahwa hari-hari kalian selalu diisi dengan belajar dan berdoa tanpa lelah dan bosan.

Tapi tak dapat dipungkiri, bahwa ada dari kita yang juga mempersiapkan kecurangan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap kali penyelenggaraan UNAS, kunci jawaban diperjualbelikan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Hebatnya, presentase kebenaran kunci tersebut sangat tinggi, dan terbukti manjur dari tahun ke tahun.

Teman-teman yang saya cintai,
Bocoran tersebut dapat berbahaya bagi masa depan kita. Bahkan ekstrimnya, bagi masa depan bangsa kita. Mental dan moral kita sebagai generasi penerus akan hancur hanya karena bocoran tersebut. Pendidikan Indonesia tak hanya gagal dalam menciptakan pendidikan yang baik, tapi juga akan gagal dalam mencetak produknya, yaitu kita. Sebagai tombak kepemimpinan bangsa ini selanjutnya.

Teman-teman yang saya banggakan,
Seperti yang sudah dijelaskan oleh bapak dan ibu guru, bahwa UNAS tahun ini agak berbeda. pemerintah sudah menyiapkan 20 paket soal dengan LJK yang berbarcode di dalamnya. Itu artinya, dalam satu ruangan, setiap siswa mendapat satu soal yang berbeda satu sama lain. Ditambah dengan LJK yang sudah dilengkapi barcode yang tidak memungkinkan untuk ditukar. Pengondisian seperti ini mungkin tak bisa 100 % menghilangkan kecurangan, tetapi saya yakin cara ini efektif untuk mengurangi potensi kecurangan yang akan terjadi. Perubahan memang memerlukan waktu, bukan?

Teman-temanku seperjuangan,
Tahukan kalian bahwa dengan menggunakan bocoran, kita tak ubahnya seperti tikus-tikus berdasi yang selama ini kita hujat. Bukankah kita bertekad untuk memperbaiki wajah ibu pertiwi yang sudah tercoreng ini? Menumpas segala bentuk kecurangan yang terlanjur melekat dengan identitas bangsa kita!
Maka dari itu, mari kita mulai dari diri kita sendiri sebagai subyek utama dalam permasalahan ini. Mari kita buktikan bahwa proses belajar kita di SMADA selama ini benar-benar membuahkan hasil yang optimal. Dari otak kita sendiri! Dari keringat kita sendiri! Jangan pernah takut menjunjung tinggi kejujuran dan sportifitas. Percayalah, hasil yang akan kalian dapat akan jauh lebih memuaskan dari pada hasil yang didapat dengan kecurangan.

Dan untuk bapak dan ibu guru, terima kasih atas kesediaan bapak dan ibu dalam mendidik dan membimbing kami selama ini. Lepas anandamu dengan doa dan dukungan. Kami berjanji kami tidak akan mengecewakan bapak dan ibu.

Sekian pidato dari saya, saya mohon maaf apabila ada kata atau sikap yang kurang berkenan. Atas perhatian bapak dan ibu serta teman-teman sekalian saya mengucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Kamis, 03 Januari 2013

Ingat Luas Sebelum Sempit (!)

Kamis, 03 Januari 2013.

Hari ketiga di bulan pertama dalam tahun ini. Tetapi sudah memasuki hari ke-13 liburan semesteran saya. Itu artinya sudah 13 hari saya vakum dari dunia efektif sekolah dan diberi kenikmatan waktu senggang yang lumayan dahsyatnya.

Hari-hari pertama liburan saya diisi dengan kedatangan saudara dari Batu, sampai saya dan keluarga diculik oleh mereka untuk dibawa jua ke kota wisata terssebut. Tak lama memang, hanya sekitar 2 hari 2 malam mereka di sini dan saya balas dengan kehadiran selama 4 hari 4 malam di sana. Berkumpul bersama keluarga besar, sekedar melihat tv dan membuat obrolan santai, sampai berwisata ke waduk Selorejo saya lakukan selama itu. Sampai akhirnya ketika hari terakhir saya di sana, tepatnya seminggu yang lalu. Saya dan beberapa cuil teman sekelas saya semasa kelas XI menyambangi saudara sepencipta namun berbeda jenis yaitu hewan-hewan cantik lucu nan imut yang dianugerahi tempat sekeren Batu Secret Zoo. Setelah itu saya kembali pulang ke Surabaya ke rumah tercinta dan memulai kehidupan di rumah seperti sebelumnya.

Dua hari selanjutnya, hari Sabtu minggu lalu saya baru keluar karena ada beberapa urusan sekalian menonton    sebuah film Indonesia yang sedang booming. Katanya sih jarang ada film Indonesia sebagus ini, film yang mengangkat tentang romantika bapak presiden ke-3 kita dengan ibu negara. Memang bagus, tetapi tak ada kesan yang begitu mendalam bagi saya. Saya hanya kagum bagaimana sepasang makhluk Tuhan tersebut memperlakukan selainnya dengan cinta dan kasih sayang yang tulus. *weeets stop*. Mungkin itu bisa dibilang hari terakhir saya keluar dari rumah, karena semenjak itu saya sudah tak pernah keluar rumah lagi sampai detik ini. Total sudah lima hari dan saya rasa baru beberapa menit tadi batin saya sudah mencapai puncak ketahanannya.

Lima hari ini, kegiatan saya di rumah bisa dibilang cukup membosankan. Hanya latihan soal, blogging, mengunjungi twitterland, tidur, melihat acara tv yang mendadak menampilkan film-film yang cukup menghibur, makan, mandi, ibadah ritual, dan penghayatan diri. Tak lebih. Ibu berkali-kali memberikan tawaran berlibur kembali yang tentu saja saya terima dengan antusias. Tapi yaaa rencana tinggal rencana karena sampai sekarang pun tak ada liburan itu.

Siang tadi, selepas shalat Dzuhur saya kembali berhadapan dengan laptop yang sudah difasilitasi dengan layanan internet sehingga saya bisa dengan asyik berselancar di dunia maya, seperti yang saya lakukan ketika bosan. Saya membuka blog ini, berencana membuat satu postingan lagi tapi tak jua saya temukan inspirasi yang pas. Saya mencoba bermain ke twitland dan lagi-lagi hanya bosan yang saya temui di sana. Hingga akhirnya dengan mantap saya membuka soal penyisihan sebuah lomba statistika edisi tahun lalu dan mencoba mengerjakannya. Baru mencapai nomor ke tujuh adik saya datang dan meminta "jatah"nya untuk penggunaan laptop hari ini. Karena saat itu saya tak menemui kenikmatan yang begitu menggelora, yaa dengan senang hati saya berikan padanya. Lalu saya berbaring di sofa ruang tamu dan entah apa yang terjadi saya segera tak sadarkan diri alias tidur siang.

Tidur siang yang cukup lama, saya terbangun hanya beberapa menit sebelum adzan Ashar berkumandang. Ketika bangun, saya mendapati bapak dan ibu ada di dekat saya. Ibu mengabarkan semua rencana liburan beliau yang gagal total, dan saya menanggapinya dengan rengekan. Saya katakan pada beliau bahwa saya sudah sangat jenuh dan bosan. Tak ada kerjaan berarti yang saya lakukan di rumah. Saya kembali merengek dan merengek agar diajak berlibur entah ke mana saja asalkan jangan di rumah. Saya benar-benar bosan, merasa seperti dalam penjara dan tak ada lagi yang bisa saya lakukan.

Tiba-tiba saya teringat akan tweet dari salah seorang sahabat yang intinya sangat menusuk sekali.
"..... Pantesan hidupmu sedih, mengeluh terus sih"
Kalau tidak salah begitu isinya, dan saya segera tersadar bahwa baru saja saya banyak mengeluhkan tentang liburan kali ini. Ga mau dong jadi orang yang hidupnya dirundung kesedihan? Jadi ya saya mulai beristighfar dan mencoba menggali pikiran-pikiran positif agar bersemangat kembali.

Dan ternyata berhasil! :D Saya berhasil menemukan beberapa hal yang sebisa mungkin saya sugestikan untuk mengusir kejenuhan saya. Saya sadar bahwa Allah begitu baik sekali memberi liburan panjang ini dan menahan saya untuk tetap di rumah bersama keluarga. Karena saya juga sadar bahwa sebentar lagi kehidupan akan berjalan seperti seharusnya. Liburan berakhir dan rutinitas awal saya yang begitu padat harus kembali saya jalani. Senin sampai dengan Sabtu yang menyita banyak waktu saya, terlebih jika ada kegiatan-kegiatan tambahan yang mengharuskan saya berangkat setelah Shubuh dan baru menapakkan kaki di rumah ketika langit sudah gelap. Sebuah Quality Time yang sangat berkualitas untuk saya dan keluarga. ^^

Yang kedua, dengan kenikmatan senggang seperti ini justru banyak targetan yang SEHARUSNYA dapat terpenuhi. Ya, SEHARUSNYA! Karena ternyata saya masih saja berkutat dengan kejenuhan yang membuat saya enggan keluar dari zona nyaman ini.

Terakhir, saya sangat berterima kasih kepada Allah yang telah menegur saya melalui ingatan terhadap twit seorang Facrul Nizar (@nizzarr). Semoga pahala senantiasa mengalir atas twit yang bermanfaat seperti itu. Terima kasih juga ya Allah akan nikmatmu selanjutnya yang justru menghadirkan sebuah inspirasi untuk postingan ini. Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya. ^^


Saya teringat akan sepenggal lagu yang berjudul Demi Masa, entah siapa penyanyinya. Lagu ini menceritakan tentang pemahaman terhadap surat Al-Ashr - Demi Masa.. Lets Enjoy..
Demi masa..
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan yang beramal shaleh
Demi masa..
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran
 Gunakan kesempatan yang masih diberi semoga kita takkan menyesal
 Masa usia kita jangan disiakan karena ia takkan kembali
Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara
Sehat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup.. sebelum mati

Allah sedang berbaik hati memberi kita kelapangan saat ini, jadi gunakan kesempatan sebaik-baiknya agar kita takkan menyesal, sebelum segala sesuatunya menjadi sempit dan memojokkan kita. Hantam kejenuhan anda dan keluarlah dari zona nyaman, sekarang juga!

02 Demi Masa.mp3

Rabu, 02 Januari 2013

Kembalikan Kebahagian Anak-Anak

Rabu, 02 Januari 2013..
2013.. Yaa, 2013.. Tahun sudah bertambah lagi, artinya waktu terus berjalan dan peradaban semakin maju. Kemajuan yang tak hanya menciptakan terobosan positif, melainkan juga meninggalkan banyak goresan negatif. Salah satu yang sangat disayangkan adalah perbedaan perilaku "anak-anak" dari jaman ke jaman.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa keadaan anak-anak Indonesia saat ini sungguh memprihatinkan (hanya untuk yang peduli dan perhatian sih :p) Kalau bahasa kerennya mungkin "mengalami degradasi moral" huehehe wah wah bahaya banget nih mengingat berpuluh-puluh tahun ke depan nasib bangsa ada di tangan mereka.

Sewaktu berseluncur di dunia maya, dengan mengetikkan kata "perbedaan anak jaman dulu dan jaman sekarang" hasilnya cukup banyak lho, akan saya kutip beberapa di postingan kali ini. Let's enjoy! ^^




Dari 2 gambar di atas silahkan klik untuk memperbesar :D Sumbernya saya dapat dari sini. Saya cukp tertawa miris membacanya, kalau katanya bang haji Roma sih, T E R L A L U......


 2 gambar ini juga boleh diklik untuk memperbesar :) Saya ambil dari sini.. Penulis juga menyertakan beberapa perbedaan permainan yang dilakukan. Kalu jaman dulu, mainannya masih kelereng, benteng-bentengan, petak umpet, pokoknya tradisional dan asli laaah. Kalau sekarang? Internet, game online, tv, sudah jadi sahabat sehari-hari tuh :p

Sudah cukup review postingan orang lainnya, sekarang saatnya nge-share apa yang ada di pikiran-pikiran saya nih, boleh kan? ^^


Saya sangat setuju dengan dua cuplikan postingan di atas. Dalam realita perjalanan saya sehari-haripun, fenomena tersebut berungkali saya temui, bahkan melalui lingkungan terdekat saya. Dan saya rasa, saya pun terlibat dalam aksi perubahan ini. Tetapi saya bersyukur karena setidaknya saya masih sempat merasakan kebahagiaan orisinil yang memang menjadi hak bagi usia anak-anak. Bisa dibilang, saya (dan mungkin semuanya yang seumuran) cukup beruntung karena berada dalam masa transisi, tak terlalu mengarah pada golongan "jadul" tapi tak juga terlalu "gaul".,


Saya dan teman-teman masih sempat merasakan kejayaan Joshua, Tasya dan lainnya dengan tembang-tembang khas polosnya anak kecil. Kami juga sempat merasakan perjuangan permainan-permainan tradisional yang benar-benar menghasilkan peluh, luka dan noda.

Kalau anak sekarang? Figur Joshua dan penyanyi cilik lainnya tergantikan oleh boy band junior (yang dulunya saya kira itu boy band yang digawangi pemuda-pemuda tanggung), penyanyi cilik tak kalah banyak siiih, tapi ya gitu... Kok yang dibawakan berat banget? Cintaaaaa terus, memang sudah tahu artinya cinta, dek? Oh iya, sudah gaul se, sudah modern ya? Jadi seumuran TK aja udah paham th cinta-cintaan *jleb*


Ga hanya itu bos! Anak jaman sekarang nih, ga mau repot lho. Jadi kalau jaman kita lagi seru lari kejar-kejaran, bermain di lapangan, hujan-hujan sampai gelundungan guling-guling di tanah, mereka asyik aja di depan monitor seharian 25 jam! Nah lho padahal satu hari hanya 24 jam tapi ini bisa keimbuhan jadi 25 jam. Saking hebatnya tuh ;)
Saya punya beberapa contoh riil yang sangat dekat. Adik saya sendiri nih, sehari-harinya hanya menghabiskan waktu untuk bermain, orang tua sampai hampir nyerah tuh ngadepinnya. Bayangin ya, bangun tidur bukannya langsung ke kamar mandi ngapain gitu, eeh ini malah menghidupkan laptop duduk manis daaan bermain PB! PB? Apa itu? Yang saya tahu sih PB itu inisial guru fisika saya hehe :p Bukan ding, PB itu Point Blank salah satu game online yang katanya sangat membuat orang kecanduan. Selain PB, permainan favoritnya yaitu Baseball. Hanya dengan menekan tombol spasi, ia sudah bisa memukul bola dan menang! Heran, apa asyiknya sih? Enakan juga pegang tongkat baseball beneran, mukul, melihat seberapa jauh pukulan kita daaaaaan lari dan goooool! *Eh, itu sepakbola -,-.

Contoh kedua datang dari adik sepupu dan ponakan-ponakan yang masih kuecil-kecil.. Antara usia TK-SD kelas 2 laah~ Saya sedikit kaget waktu diajak bermain Play Station. Apa yang terjadi? Saya diajari bermain GTA (Grand Thef Auto) yang permainannya gak banget deh kalau untuk ukuran mereka, banyak adegan kekerasannya.. Lalu..... Smack Down, dan lagi-lagi saya diajari. -___- Tahu sendiri kan smack down itu permainan apa? Sudah nyiksa orang, banting-bantingan dan banyak perempuan-perempuan sexy nyaaa ~ Masih banyak lagi deh pokoknya permainan yang gak banget.

Contoh ketiga yaituuuuuu, lagi-lagi adik sepupu saya hehe. Walaupun usianya baru 6 tahun tapi pegangannya Ipad lho, saya saja yang sudah 17 tahun pegang Ipad baru punya dia hehe -,- Bisa mengoperasikan android, BB dan PC, keren gak tuh, saya saa biasanya kalau pinjem android dan BB teman masih agak linglung. Ini saya yang terlalu gaptek apa adik saya yang terlalu modern sih? -,-

Itu baru contoh kecil di sekitar saya, saya yakin di luar sana teman-teman pun sering sekali menemukan hal serupa. Ga kaget sih, karenapengaruh-pengaruh dari luar masuk terlalu jauh. Apalagi lewat peranan media yang tak bisa dipungkiri selalu berada di sela-sela waktu kita. Tayangan televisi, pengaruh teman, majalah, internet, tokoh idola, bahkan sampai buku tugas pun menggerakkan mereka.

Yang paling saya sayangkan adalah kurangnya figuritas yang mereka damba-dambakan, di sini lebih saya tekankan pada artis-artis cilik Indonesia. Orang-orang dewasa dan mengaku berpendidikan yang notabenenya menjadi otak pelibatan mereka dalam dunia entertaiment harusnya berpikir ulang, karena mereka sungguh mengorbankan moral dan pendidikan jutaan anak Indonesia. Bukan seenaknya mengemas acara yang terlalu alay hanya demi uang uang dan uang.

Mari kita cermati dan kupas sejenak.
1. Sinetron picisan yang banyak melibatkan anak
  ~ Saya tak habis pikir ketika secara tak sengaja saya menyaksikan sebuh adegan licik, jahat dan tak berperasaan yang dilakukan 2 anak perempuan kepada anak perempuan lain yang digambarkan sangat polos dan baik hati. Ya saya tahu pak, buk.. Memang peran antagonis dibutuhkan, tapi ya coba deh dikemas dengan cara yang lebih wajar dan mendidik untuk umur-umur mereka. Secara tak langsung sampeyan-sampeyan sudah melatih dan membiasakan kepribadian mereka dengan kekerasan, pikiran licik, dan cemooh-cemooh lho.
 ~ Ada juga adegan tentang anak seumuran (lagi-lagi) TK, sudah (maaf) memeluk, berpegangan tangan dan berciuman dengan lawan jenisnya. Yaaa jangan heran kalau di berita marak dengan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.
2. Hilangnya lagu-lagu anak
  ~ Yang ini juga cukup berpengaruh lho. Dulu jaman saya, masih ada lagu-lagu yang mencerminkan kepolosan, keluguan dan kelucuan kita sebagai anak-anak. Bayak banget nilai positifnya, yang diajk untuk nabung, diceritain kalau nanti bisa ke pulau dewata asalkan nilainya bagus, diingatkan kalau bakalan ada  tikus dan kecoa cuma gara-gara jarang bersih-bersih, dan lainnya. Eeeh lagu sekarang sudah main cinta aja terus nanya facebook dan twitter. -___- Mbok ya disadari, kalau lagu-lagu begitu yang disajikan, terus didengarkan, dihapalkan, diikuti, didengung-dengungkan yaaaa lama-lama masuk ke alam bawah sadar dan memproduk mereka.

2 Hal tersebut masih secuil dari berbagai permasalahan calon pemimpin bangsa ini lho. Jadi jangan stag dan mundur untuk berbenah. Ini tugas kita semua, bukan hanya Pak Seto sebagai guru kesenian, komputer, sekaligus merangkap sebagai TU di sekolah saya. Ehm, bercanda ._.v maksud saya Pak Seto yang ketua Komnas perlindungan anak itu lhooo. Ya tugas kita semua, mulai dari bapak-bapak ibu-ibu yang sudah berumur, kakak-kakak yang sudah dewasa, teman-teman yang masih labil, dan adik-adik yang menjadi korban dan calon korban *eeeh*. Mereka adalah generasi penerus, jalan cerita mereka masih panjang, biarlah mereka mengukirnya dengan kebaikan yang harus kita tanamkan sejak mereka dini, di usia-usia mereka saat ini. Karena masa kecil adalah saat paling tokcer untk memasukkan data jauuuuh di bawah sadar mereka. Kembalikan kebahagiaan dan memori indah masa kecil mereka yang sudah terenggut arus globalisasi.


Salam semangat, salam perubahan.,
Wassalamualaikum ^^

Selasa, 01 Januari 2013

Nothing special but more wishes..
Intine, semoga Januari akhir sudah fix dan dimudahkan segala sesuatunya sampai impian berganti nama menjadi kenyataan! Aamiin. Sekian, mohon doanya..

Wassalamualaikum

Minggu, 09 Desember 2012

Pelangi dalam Abu-Abu

Mengapa seragam kebanggaan anak SMA berwarna putih abu?
Apakah hendak menggambarkan kehidupan mereka yang jua abu?
Jutaan remaja dalam pencarian jati diri, yang tak juga ditemukannya
Perjalanan panjang mengarungi derasnya arus pendewasaan

Ada yang bilang,
Masa SMA memanglah masa yang abu
Coretannya penuh amarah,
seperti yang tertuang di balik ribuan catatannya
Tempat penumpahan air mata di tengah amuknya jiwa
Tombak kehancuran yang berjalan di koridor permusuhan
Apakah berlebihan?

Ternyata tak selalu...
Karena ada yang bilang,
Masa SMA adalah masa terindah
Selalu berhasrat mengulang kejayaannya ketika abu itu sudah pudar
Layaknya musim semi yang dipenuhi cantiknya bunga bermahkota,
seperti itulah ia
Bunga cinta yang saling berebut menebar harumnya,
Berkembang senyum pemiliknya..

Metamorfosa sebuah kupu-kupu,
begitu katanya..
Cerita yang tersimpan di balik makna "persahabatan"
Sebuah drama perjuangan anak adam menyambut mentari dalam genggaman!

Bagiku, masaku sekarang memang kelabu
Namun..
Pada sudut lain tak terelakkan ribuan warna tumpah menutup sang abu
Karena di sini,
Ada ikatan yang menahanku bersama mereka yang disebut saudara
Ada milyaran titik yang menyatu mengajarkanku sebuah makna kehidupan
Ada cinta yang menyentuh di atas semua kebersamaan dalam pahit perjuangan

Dan di sini,
Ada rindu yang tertahan, mengendap dan menanti dengan setia
Ada asa yang memaksa tuk tumbuh,
walau keringnya luka harus rela terbuka lagi
Hingga sebuah pengakuan terungkap dibalik tatapan rembulan,
Dua hati yang saling memendam dalam bisu

Inilah seberkas pelangi dalam abu-abu kita,
Entah kan tetap mengumbar keindahannya,
Menjemput dua asa yang lama mengudara
Atau.....
Memudar menyisakan sepenggal memori

Surabaya, 09 Desember 2012
Di depan layar laptop,
Aulia Wahyu Maulidya

Kamis, 11 Oktober 2012

Telepon dari Kepolisian

Assalamualaikum Wr. Wb
Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Kali ini saya ingin bercerita sedikit tentang sebuah telepon misterius yang menghubungi saya Sabtu pekan lalu (6 Oktober 2012).

Semua berawal ketika evaluasi Technical Meeting Smada Muslim Competition berakhir. Berhubung masih ada beberapa hal yang harus saya selesaikan, saya memutuskan untuk menunggu sebentar di pelataran masjid As-Salam smada dan berbincang dengan salah seorang adik kelas saya. Tiba-tiba, handphone saya bergetar menandakan ada telepon yang masuk. Tak biasanya saya mendapat sebuah telepon, dari nomor rumah yang tak dikenal pula, kecuali telepon untuk menginformasikan hal-hal yang sangat penting.

Tanpa merubah posisi wenak, saya sesegera mungkin menekan gambar telepon berwarna hijau di layar handphone. Ternyata di ujung sana adalah suara seorang laki-laki yang mengaku dari kepolisian. Kepolisian saudara-saudara! Sontak saya kaget dan langsung berdiri menanggapi telepon dari bapak polisi itu.

S (Saya) : Halo Assalamualaikum, ini siapa ya?
P (Penelepon) : Waalaikumsalam.. Ini dengan mbak Aulia?
S : Iya? Ini siapa?
P : Saya dari kepolisian mbak,
S : (Deg.....) Oh, iya. ada apa ya pak?
P : Ada kecelakaan?
S : HAH?
P : Iya, ada apa di Smada?
S : Di Smada? (ternyata yg tadi salah denger)
P : blablablabla (ga jelas)
S : Iya pak? Maaf saya kurang bisa dengar
P : blablabla (masih ga jelas) (putus-putus)
S : Pak, mungkin ada nomor lain yang bisa saya hubungi?
P : Ini saya pakai nomor kantor mbak
S : Oh kala gitu tunggu sebentar ya pak, saya cari tempat yang sepi dulu.

setelah saya berlari ke lapangan yang kosong melompong...


S : Halo..
P : Iya mbak, tadi ada apa ya di Smada kok rame-rame sekali?
S : Rame-rame? Rame apa ya pak?
P : Tadi sekitar jam setengah 2 itu, di Smada kok kelihatannya rame-rame begitu ada apa?
S : Oooh, setengah 2? Ada Technical Meeting pak.
P : Technical Meeting untuk apa ya mbak?
S : Untuk lomba pak, lombanya diadakan minggu depan tapi Techincal meetingnya sekarang.
P : Lomba? Lomba apa mbak?
S : Begini, SMAN 2 Surabaya minggu depan akan mengadakan Smada Muslim Competition, itu semacam lomba-lomba Islami begitu pak. (dan seterusnya)
P : Acaranya kapan mbak?
S : InsyaAllah sabtu depan untuk lombanya, setelah itu ditutup Tabligh Akbar hari minggunya
P : Sudah buat surat untuk kepolisian?
S : Oooh, kalau itu saya kurang tahu pak, nanti saya bicarakan lagi dengan ketuanya.
P : Oh yasudah, jangan lupa surat untuk kepolisiannya ya.
S : Iya pak..


ingin rasanya berlari menuju ta'mir masjid dan menyerahkan handphone kepada ketua saya

P : Ini.... mbak Aulia kan?
S : Iya pak,
P : Ini dengan bapak........ Nanda

Daaaan, sebuah botol air mineral setengah penuh terlempar begitu saja dari tangan saya, meyisakan penyok di dekat mulutnya.

S : He Nda kon iku yoo aku iku kaget wes ndredek gak karuan mboh mboh Nda.. Jahaaat cak. (cegek setengah mampus)
N (Nanda) : (stay cool) (tanpa rasa bersalah) Hahaha, wes ul ul, eh terop e yaopo? 

Apa-apaan, dengan polosnya langsung mengalihkan pembicaraan ke... TEROP! Hoam, tuuuut tuuuut tuuuut berhubung cegek sudah mendarah daging, kuputuskan untuk mengakhiri percakapan itu.


***

Semoga tidak ada lagi telepon iseng seperti itu.. Apalagi dengan pelaku yang sama, ><

Wassalamualaikum Wr. Wb

Rabu, 10 Oktober 2012

Sebuah Kisah di Balik Detik-Detik Terakhir Pendaftaran

Assalamualaikum Wr. Wb
Sebenarnya malam ini pikiran saya sedang kacau, tetapi justru dalam kondisi seperti inilah mood menulis saya bertambah gencar. Dan kali ini saya ingin berbagi sebuah cerita yang -menurut saya- cukup mengharukan. Cerita ini baru saja saya dapat tadi pagi ketika uts baru saja berakhir...
***
SKI (Sie Kerohanian Islam) sekolah saya, SMAN 2 Surabaya sebentar lagi akan menyelenggarakan SMC (Smada Muslim Competition) pada Sabtu pekan ini. Berdasarkan hasil Technical Meeting Sabtu pekan lalu, kami masih membuka pendaftaran untuk 3 kategori lomba (Karya tulis, kaligrafi dan tahfidz) sampai dengan kemarin (9/10/12).

Karina (bukan nama samaran; bag. kesekretariatan), mengaku mendapat telepon dari nomor tak dikenal ketika suasana masih berbau Maghrib. Pada awalnya ia enggan mengangkat, namun nomor tersebut terus saja menghubunginya tanpa lelah. Akhirnya dengan sedikit terpaksa diangkatnya telepon tersebut, terdengar suara seorang ibu-ibu di ujung sana.

Ibu itu bercerita tentang nasib anaknya yang sudah mengirim karya tulis ke email SMC, namun belum melakukan pendaftaran. Yang mengharukan adalah, beliau mengatakan bahwa beliau datang dari Bangil dan detik itu, ketika langit akan mulai bercerita tentang gelapnya malam, detik itu beliau berada di depan SMADA demi mendaftarkan anaknya! Sangar gyaaaak? :D
"Mbak, anak saya sudah mengirim karyanya melalui email, tetapi belum mendaftar. Sebenarnya tadi mau mengirim uang pendaftaran melalui bank, tapi banknya tutup. Masih boleh kan mbak daftar mbak, masih bisa ya mbak ya? Anak saya sudah mengirim. Tolong ya mbak.. Sekarang saya di SMADA" mungkin kurang lebih begitu beliau meminta  di telepon, ini hanya imajinasi saya sih hehe ._.

"Mengharukan kaaan, aku langsung sms Abdul dan Abdul langsung ke SMADA! Terus katanya Abdul itu suami-istri boncengan, subhanallah" Karina mengaku sangat terharu, begitupun Abdullah ketua SKI SMADA.

Sepersekian detik setelah saya mendengarnya, saya tidak begitu tertarik. Hanya tanggapan biasa saja, iyo yo mengharukan.. Tapi begitu sampai di rumah dan ketika saya hayati lagi, "wuh.. sangar yo." itu yang ada dalam benak saya. Tak hanya tentang bagaimana usaha mereka untuk mendaftar even sekolah saya, tetapi jauh dari itu.

Pengorbanan orang tua untuk anaknya. Mereka rela berboncengan dari Bangil-Surabaya hanya untuk mengantarkan formulir dan uang senilai Rp 20.000,- agar sang anak tak kecewa. Agar perjuangan sang anak tak hanya berhenti di inbox SMC. Agar anak mereka berhasil mendapatkan apa yang dia mau, yang dia inginkan, yang dia butuhkan!
***

Wassalamualaikum Wtt. Wb 

Senin, 08 Oktober 2012

Pr: NYONTEK ; Ulangan:NYONTEK ; Tryout:NYONTEK (?)

Assalamualaikum Wr. Wb
Judul ini saya angkat melihat realita yang terjadi di masyarakat kita, khususnya di kalangan pelajar. Kebanyakan sumber berasal dari pengalaman pribadi sih, hehe ._.v

***

Sore tadi di tempat bimbingan belajar saya diadakan try out intern ke-3 pola snmptn. Untuk hari ini khusus materi TPA dan kemampuan dasar (matematika, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris). Seperti biasa saya selalu staycool, diam membisu dan stuck pada kumpulan soal dan lembarr jawaban. Tanpa menoleh dan mengeluarkan barang satu hurufpun. Bukannya menyombongka diri, bukan pula menggambarkan bahwa otakku terlalu encer sehingga soal-soal tadi begitu mudah kulalui. Sebenarnya soal-soal tadi sama saja, sama susahnya. Tapi saya hanya berprinsip "Do it by my self!"

Maaf jika dalam keadaan seperti ini saya berubah menjadi egois dan acuh tak acuh. Tapi sungguh saya hanya memegang teguh prinsip ini karena saya yakin bahwa apa yang saya lakukan adalah benar.

Tetapi jujur, saya tidak habis pikir bagaimana bisa kelas menjadi gaduh, sangat gaduh. Okelah ini hanya sebuah "bimbingan belajar". Okelah ini hanya sebuah "try out". Tapi apakah harus dipermainkan dengan cara seperti itu? Tawa dan senda gurau yang tidak pada tempatnya, teriakan-teriakan yang memekakkan, "enam", "sepuluh", "a c b" dan sebagainya. Bahkan tentor pengawas pun sempat kuwalahan dan membiarkan pasar tradisional pindah ke kelas saya.

Bagi saya, try out adalah alat pengukur kemampuan. Tempat bimbingan belajar saya sudah berbaik hati mengevaluasi setiap try out yang kami lakukan, yang ditujukan agar kami mengetahui seberapa paham kami dalam menghadapi soal-soal snmptn? Agar kami tahu, subbab-subbab mana saja yang harus kami perdalam lagi? Namun sayang tindakan uji coba ini disalahgunakan oleh sebagian besar siswa. Saya berani berekspekstasi bahwa tak hanya siswa  di kelas bimbel saya yang meremehkan try out seperti itu. Karena dalam kenyataannya, try out mingguan yang diadakan di sekolah saya pun juga bernasib sama. Diikuti oleh ratusan peserta, tapi tetap dibumbui dengan aksi tanya jawab dan curi jawaban.

Bagaimana bisa evaluasi dan mengetahui kemampuan sendiri kalau yang diujikan adalah kemampuan orang lain?

Tak hanya try out, tetapi aksi menyontek yang sudah umum di kalangan pelajar juga mewarnai pelaksanaan ulangan baik itu ulangan harian, UTS, UAS, bahkan ujian yang setingkat nasional yang sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap tahun pasti selalu BOCOR! Hasil ulangan adalah indikator sukses atau tidaknya kita memahami tentang suatu materi, seharusnya itu yang dicari-cari dalam setiap ulangan atau ujian, bukan hanya sekedar angka 100 ataupun predikat LULUS!

Namun pada kenyataannya pelajar kita justru berlomba-lomba dengan segala cara gar mendapatkan nilai yang tinggi atau sebuah kata "lulus", Katanya, "biar bisa masuk undangan", "biar ga remidi" dan biar-biar yang lainnya. 

Inilah salah satu contoh sistem yang salah dan sudah mengakar kuat di masyarakat kita. Mendewakan nilai daripada tingkat pemahaman itu sendiri. Tentunya, tak hanya pelajar yang wajib disalahkan atas rusaknya mindset mereka, karena pada realitanya memang sistem menuntut "nilai" kita yang berbicara, bukan pemahaman dan ilmu.

Jika penerapan di lapangan adalah penerapan nilai yang berbanding lurus dengan pemahaman, artinya nilai itu didapatkan atas dasar tingkat pemahaman seseorang terhadap kompetensi yang diujikan, bolehlah "nilai" berbicara di atas segalanya. Tetapi dengan sistem seperti sekarang, apakah salah jika saya bertanya,

Kita sekolah mencari ilmu atau nilai?

Dibalik aksi ketidakjujuran dari try out dan ujian, dalam skala yang lebih rendah dan remeh lagi mungkn bisa ditemui di dalam proses pengerjaan tugas-tugas atau pekerjaan rumah. Tak dapat dipungkiri bahwa terkadang saya pun masih turut berperan di sini. Tak jarang ketika saya lupa atau buntu, dan deadline pengumpulan hanya tinggal menghitung detik, saya langsung saja merampok pekerjaan teman dan menyalinnya dengan kekuatan sepuluh tangan.

Saya sadar jika hal besar pasti dan selalu bermula dari hal yang kecil. Saya juga sadar bahwa saya belumlah sempurna dan terbebas dari segala tuduhan semacam ini. Namun melalui tulisa sederhana ini, saya mengajak seluruh elemen yang mau berperan untuk merubah kebiasaan nyontek kita yang sudah menjamur, coba  mulai dari yang remeh dulu. Pekerjaan rumah misalnya, kemudian diikuti dengan kejujuran selama try out dan ulangan :) Pasti hasilnya akan lebih baik, dan bagaimanapun tingkat kepuasan akan mencapai maksimal ketika hasil yang kita dapat adalah hasil jerih payah kita sendiri, bukan uluran tangan dari orang lain. Iya kalau uluran itu halal, nah kalau haram seperti ini?

Yuuk, saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling mengingatkna dalam kesabaran. Jika ada kata yang kurang berkeknan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Atas perhatian saudara-saudara saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum

Sabtu, 18 Agustus 2012

Periodisasi Sejarah Indonesia (3, Habis)

Assalamualaikum Wr. Wb
Dan inilah postingan lanjutan saya dari Periodisasi Sejarah Indonesia (2)


1.                  Masa Reformasi (1998-Sekarang)
Awal Mula. Pada tanggal 22 Mei 1998 Habibie mengumumkan susunan "Kabinet Reformasi". Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad. Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie yang memakai simbol-simbol dan Atribut keagamaan dengan mahasiswa yang masih bertahan di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa Habibie masih tetap bagian dari Rezim Orde Baru. Tentara mengevakuasi mahasiswa dari Gedung DPR/MPR ke Universitas Atma Jaya
Habibie. Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi. Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999.
Makna: Mendapat kontroversi dari berbagai pihak, menambah daftar masa kelam dalam sejarah Indonesia atas pelepasaan wilayah Timor Timur.
 GusDur (K.H. Abdurrahman Wahid). Pada pemilu yang diselenggarakan pada 1999 (lihat: Pemilu 1999), partai PDI-P pimpinan Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Tetapi karena jabatan presiden masih dipilih oleh MPR saat itu, Megawati tidak secara langsung menjadi presiden. Abdurrahman Wahid, pemimpin PKB, partai dengan suara terbanyak kedua saat itu, terpilih kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai wakil presiden.
Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR. Pada 29 Januari 2001, ribuan demonstran berkumpul di Gedung MPR dan meminta Gus Dur untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi. Di bawah tekanan yang besar, Abdurrahman Wahid lalu mengumumkan pemindahan kekuasaan kepada wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Melalui Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001, Megawati secara resmi diumumkan menjadi Presiden Indonesia ke-5.
Makna: Gus Dur banyak mendapat dukungan karena sikap toleransinya yang begitu tinggi terhadap keberagaman umat beragama di Indonesia, tetapi juga banyak mendapat kecaman atas gerakan-gerakan separatis dan tuduhan korupsi.
Megawati. Megawati dilantik di tengah harapan akan membawa perubahan kepada Indonesia karena merupakan putri presiden pertama Indonesia, Soekarno. Meski ekonomi Indonesia mengalami banyak perbaikan, seperti nilai mata tukar rupiah yang lebih stabil, namun Indonesia pada masa pemerintahannya tetap tidak menunjukkan perubahan yang berarti dalam bidang-bidang lain. Popularitas Megawati yang awalnya tinggi di mata masyarakat Indonesia, menurun seiring dengan waktu. Hal ini ditambah dengan sikapnya yang jarang berkomunikasi dengan masyarakat sehingga mungkin membuatnya dianggap sebagai pemimpin yang 'dingin'.
Megawati menyatakan pemerintahannya berhasil dalam memulihkan ekonomi Indonesia, dan pada 2004, maju ke Pemilu 2004 dengan harapan untuk mempertahankan kekuasaannya sebagai presiden. Pada tahun 2004, Indonesia menyelenggarakan pemilu presiden secara langsung pertamanya. Ujian berat dihadapi Megawati untuk membuktikan bahwa dirinya masih bisa diterima mayoritas penduduk Indonesia. Dalam kampanye, seorang calon dari partai baru bernama Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, muncul sebagai saingan yang hebat baginya.
Makna: Pengharaapan rakyat Indonesia akan kembalinya sosok “Soekarno” dalam diri Megawati menuai kekecewaan. Megawati lebih banyak diam.
Susilo Bambang Yudhoyono. Partai Demokrat yang sebelumnya kurang dikenal, menarik perhatian masyarakat dengan pimpinannya, Yudhoyono, yang karismatik dan menjanjikan perubahan kepada Indonesia. Karisma Yudhoyono berhasil menarik hati mayoritas pemilih dan Demokrat memenangkan pemilu legislatif pada awal 2004, yang diikuti kemenangan Yudhoyono pada pemilihan presiden. Dan kembali memenangkan pemilu pada tahun 2009. Pertumbuhan ekonomi sempat meningkat diikuti dengan hutang negara dan kasus korupsi yang juga meningkat.
Makna: Citra SBY yang begitu kuat di mata rakyat Indonesia kala itu membuatnya memenangkan pemilu dua periode berturut-turut.

Sekian sedikit info dari saya, jika ada yang kurang dan salah bisa langsung dikritik dan saran melalui komentar di bawah ini. Terima kasih ^^

Wassalamualaikum Wr. Wb

Periodisasi Sejarah Indonesia (2)

Assalamualaikum Wr. Wb
Inilah lanjutan dari posting sebelumnya,  Periodisasi Sejarah Indonesia (1)
Check it out :))))
1.                  Masa Orde Lama (1945-1967)
Pada era Orde Lama, masa pemerintahan presiden Soekarno antara tahun 1959-1967, pembangunan dicanangkan oleh MPR Sementara (MPRS) yang menetapkan sedikitnya tiga ketetapan yang menjadi dasar perencanaan nasional:
§ TAP MPRS No.I/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik republik Indonesia sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara
§ TAP MPRS No.II/MPRS/1960 tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana 1961-1969,
§ Ketetapan MPRS No.IV/MPRS/1963 tentang Pedoman-Pedoman Pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan Haluan Pembangunan.
Makna: Sebagai tatanan kepemerintahan yang diharapkan dapat membangun Indonesia menjadi negara seutuhnya setelah proklamasi dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Masa demokrasi liberal (1950-1959). Demokrasi yang dipakai adalah demokrasi parlementer atau demokrasi liberal. Demokrasi pada masa itu telah dinilai gagal dalam menjamin stabilitas politik. Ketegangan politik demokrasi liberal atau parlementer disebabkan oleh dominannya partai politik yang sangat mementingkan kelompok atau alirannya sendiri dari pada mengutamakan kepentingan bangsa, landasan sosial ekonomi rakyat yang masih rendah, tidak mampunya para anggota konstituante bersidang dalam mennetukan dasar negara.
Presiden sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang berisi 3 keputusan yaitu:
Menetapkan pembubaran konstituante
Menetapkan UUD 1945 berlaku kembali sebagai konstitusi negara dan tidak berlakunya UUDS 1950
Pembentukan MPRS dan DPRS
Makna: Dianggap sebagai sistem pemerintahan yang gagal sehingga menimbulkan beberapa pemberontakan (PPRI dan PERMESTA).
Masa demokrasi terpimpin (1959-1966). Menurut Ketepan MPRS no. XVIII/MPRS /1965 demokrasi trepimpin adalah kerakyatan yang dipimpn oleh hikmat kebijaksamaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Demokrasi terpimpin merupakan kebalikan dari demokrasi liberal dalam kenyataanya demokrasi yang dijalankan Presiden Soekarno menyimpang dari prinsip-prinsip negara demokrasi.
Penyimpanyan tersebut antara lain:
1.      Presiden membubarkan DPR hasil pelimu pertama (1960)
2.      Pengangkatan Soekarno sebagai presiden seumur hidup oleh MPRS
3.      Pengangkatan Ketua MPRS dan DPRGR sebagai menteri
4.      Membuat poros Jakarta-Peking-Pyong
Makna: Dianggap sebagai pemerintahan yang tidak dapat mengayomi masyarakatnya karena ekonomi masih saja memburuk, rencana pembangunan tidak berjalan dan pemerintah hanya sibuk dengan kehidupan politik.
G 30 S / PKI (1965). Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya (Letjen A. Yani, Mayjen Raden Suproto, Mayjen M. T. Haryono, Mayjen S. Parman, Brigjen D. I. Panjaitan, Brigjen S. Siswomiharjo, Lettu Pierre Tandean, Ade Irma Suryani Nasution) dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.
Makna: Menjadi catatan sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Menorehkan trauma yang dalam bagi rakyat.

2.                 Masa Orde Baru (1967-1998)
Lahirnya Orde Baru. Setelah peristiwa G 30 S PKI yang berhasil ditumpas dibawah kepemimpinan Soeharto, Ir. Soekarno memberi kekuasaan tak terbatas kepada Soeharto melalui surat Supersemar. Setelah dikelurkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI. Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia. Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan. Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto.  Pada tanggal 23 Februari 1967, MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabat Presiden RI. Dengan Tap MPRS No. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno . 12 Maret 1967 Jendral Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru. Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia.
Makna: Sebagai harapan rakyat untuk kembali menata kehidupan Indonesia yang sesuai dengan pancasila dan UUD 1945.
Pemilu. Selama masa Orde Baru telah berhasil melaksanakan pemilihan umum sebanyak enam kali yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali, yaitu: tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.
Makna: Realisasi dari sistem kepemimpinan demokrasi, namun semuanya sealu dimenangkan oleh Golongan Karya. Pada pemilu terakhir diwarnai aksi golput Megawati Soekarno Putri yang tersingkir sebgai ketua umum PDI yang tidak diakui rezim pemerintah saat itu. Banyak menimbulkan kontroversi dari masyarakat.
Dwifungsi Abri. Guna menciptakan stabilitas politik maka pemerintah menempatkan peran ganda bagi ABRI yaitu sebagai peran hankam dan sosial. Sehingga peran ABRI dikenal dengan Dwifungsi ABRI. Peran ini dilandasi dengan adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Kedudukan TNI dan Polri dalam pemerintahan adalah sama di lembaga MPR/DPR dan DPRD mereka mendapat jatah kursi dengan pengangkatan. Pertimbangan pengangkatannya didasarkan pada fungsi stabilisator dan dinamisator.
Makna: Penyelenggaraan negara didominasi oleh ABRI yang menyebabkan Indonesia mencapai stabilitas sosial, politik dan ekonomi, serta maraknya kasus korupsi.
P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Pada tanggal 12 April 1976, Presiden Suharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila yaitu gagasan Ekaprasetia Pancakarsa. Gagasan tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Ketetapan MPR dalam sidang umum tahun 1978 mengenai “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila”.
Guna mendukung program Orde baru yaitu Pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen maka sejak tahun 1978 diselenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. Tujuan dari penataran P4 adalah membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila sehingga dengan pemahaman yang sama diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Melalui penegasan tersebut maka opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. 
Makna: Pancasila telah dimanfaatkan oleh pemerintahan Orde Baru dengan adanya himbauan pemerintah pada tahun 1985 kepada semua organisasi untuk menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal. Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi sehingga Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian, sistem budaya, dan sistem sosial masyarakat Indonesia.
Pelita (Pembangunan Lima Tahun).
Pelita I (1 April 1969-31 Maret 1974): Pangan, Sandang, Perbaikan prasarana, perumahan rakyat, perluasan lapangan kerja, dan kesejahteraan rohani.
Pelita II (1 April 1974-31 Maret 1979): tersedianya pangan, sandang,perumahan, sarana dan prasarana, mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja.
Pelita III (1 April 1979-31 Maret 1984): Trilogi Pembangunan dengan penekanan lebih menonjol pada segi pemerataan.
Pelita IV (1 April 1984-31 Maret 1989): sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri.
Pelita V (1 April 1989-31 Maret 1994): sektor pertaian dan industri.
Pelita VI (1 April 1994-31 Maret 1999): sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya.
Makna: Dapat menghasilkan kesejahteraan rakyat yang makin meningkat dan merata.
Runtuhnya Orde Baru. Penyebab utama runtuhnya kekuasaan Orde Baru adalah adanya krisis moneter tahun 1997. Sejak tahun 1997 kondisi ekonomi Indonesia terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia. Keadaan terus memburuk. KKN semakin merajalela, sementara kemiskinan rakyat terus meningkat. Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat mencolok menyebabkan munculnya kerusuhan sosial. Muncul demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa. Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan ekonomi dan reformasi total. Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998. Pada saat itu terjadi peristiwa Trisakti, yaitu meninggalnya empat mahasiswa Universitas Trisakti akibat bentrok dengan aparat keamanan. Empat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hariyanto, Hendriawan, dan Hafidhin Royan. Keempat mahasiswa yang gugur tersebut kemudian diberi gelar sebagai “Pahlawan Reformasi”. Menanggapi aksi reformasi tersebut, Presiden Soeharto berjanji akan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi. Selain itu juga akan membentuk Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu, UU Kepartaian, UU Susduk MPR, DPR, dan DPRD, UU Antimonopoli, dan UU Antikorupsi. Dalam perkembangannya, Komite Reformasi belum bisa terbentuk karena 14 menteri menolak untuk diikutsertakan dalam Kabinet Reformasi. Adanya penolakan tersebut menyebabkan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.
Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan jabatannya kepada wakil presiden B.J. Habibie. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainya Orde Reformasi.
Makna: Mengawali catatan pergerakan reformasi bangsa Indonesia yang tidak setuju oleh dampak yang terjadi akibat sistem-sistem yang diterapkan Soeharto. Banyak terjadi pemberontakan yang mengakibatkan beberapa mahasiswa gugur.

^^
Waalaikumsalam Wr. Wb
Cute Purple Rain drop