Social Icons

Tampilkan postingan dengan label hamasah ^^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hamasah ^^. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Agustus 2013

My Favourite Song "The Beginning"

Awalnya bosen banget sama lagu ini karena setiap hari, jam menit detik adik pasti memutar lagu ini dengan volume yang cukup besar! Ditambah lagi dengan banyak lirik yang ga dimengerti karena berbahasa Inggris dan Jepang.

Tapi memang benar, jika terlalu membenci sesuatu suatu naat nanti kamu pasti akan menyukainya. Dan itulah yang terjadi padaku. Langsung deh seketika ngefans banget sama lagu ini. Lumayan nge-rock, liriknya dalem jugaaa meskipun sampe sekarang belum sepenuhnya hafal sih hehe..

Mau tau liriknyaaa? Yuk check this out

Just give me a reason
To keep my heart beating
Don't worry it's safe, right here in my arms
As the world falls apart around as
All we can do is hold on, hold on

Take my hand
And bring me back

I risk everything if it's for you
I whisper into the night
Telling me it's not my time and don't give up
I've never stood up before this time
Demo yuzurenai mono itta kono te wo hakasakai

SO STAND UP!! STAND UP!! (just gotta keep on running)
WAKE UP!! WAKE UP!! (just tell me how I can)
NEVER GIVE UP!!
KANASHIMI TO SETSUNASA

Just tell me why baby
They might call me crazy
For saying I'll fight until there is no more
Fureri wo fukuda senkougakkou wa kakkakiteki shoudou
Blinde, I can't see the end
So where do I begin?

Say another word, I can't hear you
The silence between us
Nanimo nai you ni utsuteru dake
I take this chance that I make you mine
Tada kakusenai mono kattate yori misekakete

SO STAND UP!! STAND UP!! (just gotta keep on running)
WAKE UP!! WAKE UP!! (just tell me how I can)
NEVER GIVE UP!!
KANASHIMI TO SETSUNASA

Just give me a reason
To keep my heart beating
Don't worry it's safe, right here in my arms
Kudaketenaide saite jita kono omoi wa
So blinded I can't see the end

Look how far we made it
The pain I can't escape it
Kono mamajya mada owarase koto wa dekinai deshou nandou
Kutabarisou demo kuchi hateyou tomo wariwanaisa
So where do I begin?

Nigirishimeta ushinawanu youni to 
Te wo hirogereba koboreochisou de 
Ushinau mono nado nakatta hibino dasei wo sutete…kimi wo 

Just tell me why baby
They might call me crazy
For saying I'll fight until there is no more
Fureri wo fukuda senkougakkou wa kakkakiteki shoudou
Blinded, I can't see the end
So where do I begin?

Look how far we made it
The pain I can't escape it
Kono mamajya mada owarase koto wa dekinai deshou nandou
Kutabarisou demo kuchi hateyou tomo wariwanaisa
We finally begin


Pilihan dan Memilih

Sepertinya sudah lama banget ga nulis di sini, hehe sebenernya pingin se pingin banget malah banyak yang ingin disampaikan, tapi entahlah terasa begitu sulit menguraikannya. Memang yang namanya keiasaan ya kebiasaan, semakin lama ga dilakuin yaaaa isa jadi malah lupa gimana caranya ngelakuin hal itu lg :/

Setelah menjalani masa transisi (Pelajar-Mahasiwa) yang cukup lama kurang lebih 4 bulan, kini tibalah saatnya untuk kembali mengarungi kehidupan keras yang baru saja akan di mulai hahaha *evil laugh. Masa transisi ini tentunya mengukir banyak sekali hal tak terlupakan, momen-momen kegalauan, kekecewaan, kejenuhan, kemarahan, penentuan, perjuangan dan momen-momen lainnya.

Kecewa, karena beberapa target dan rencana yg sudah tersusun gagal tercapai..
Galau, karena entah bagaimana menambal kegagalan itu...
Jenuh, karena harus terjebak dan tak segera bertemu dengan jalan keluar yang menenangkan...
Marah, karena semua bertolak dan memalingkan muka atas apa yang terjadi..

Hingga akhirnya harus memilih, dilematis yang sangatsangatsangatsangat *kebanyakan sangat nih* menyiksa. Tetap pada pilihan atau melunakkan diri dan mencari jalan lain?

Dan ternyata, jalan yang terbuka adalah jalan lain, bukan jalan yang ingin kulalui, tapi harus kulalui. Haruskah? Benarkah? Terkadang berbagai pertanyaan yang melemahkan selalu datang, seakan mengejekku yang tak mau memperjuangkan apa yang kuinginkan.

Mungkin "kecupuanku" terlihat sangat mencolok di sini. Tapi inilah aku, dengan pilihanku. Sesekali pernah marah atas faktor-faktor yang mendorongku untuk memilih, tapi seseorang menyadarkan bahwa apa yang kujalani sekarang adalah pilihanku. Freewillku. Kehendakku. Dan jika aku harus marah satu-satunya yang berhak mendapat amarah itu adalah diriku sendiri.

Tapi satu hal yang masih dan insyaallah akan selalu kupegang. Aku masih dengan cita-citaku, tapi mungkin dengan alat yg berbeda.

Kamis, 28 Maret 2013

Kata Remaja tentang Politik


“Politik”, satu kata yang sudah menjadi tren masa kini, terutama di Indonesia yang kita cintai ini. Hampir seluruh lapisan masyarakat tahu, bahkan tak jarang politik menjadi buah bibir di mana-mana. tetapi, pada kenyataannya hanya segelintir orang yang benar-benar paham dan mengenal hakikat “politik” yang sesungguhnya.
Politik dalam arti luasnya adalah pengaturan urusan masyarakat. Tidak ada yang salah bukan dengan politik? Yang salah di sini adalah cara pendahulu-pendahulu kita dalam melaksanakannya.
Di Indonesia, identitas politik sudah tercemar. Pihak penguasa secara tidak langsung menanamkan bahwa politik itu korupsi, politik itu menyuap, politik itu kotor, politik itu rekayasa, politik itu kejam, dan itu-itu lain yang tentunya mengandung unsur keburukan. Pada akhirnya, paradigma yang seperti itu mengantarkan kita menjadi masyarakat yang acuh tak acuh terhadap dunia perpolitikan. Terlebih lagi untuk remaja, pandangan mereka yang salah terhadap politik, menurunkan kesadaran untuk ikut berpartisipasi di dalamnya.
Padahal, tanpa kita sadari, kehidupan kita secara tidak langsung selalu dipenuhi dengan politik, bahkan kita sendirilah yang melakukan aksi politik tersebut. Sesederhana itu.
Jadi sangat mustahil jika ada pernyataan yang melarang generasi muda untuk berpartisipasi di dunia politik, bahkan dalam takaran partisipasi yang sangat minim. Yaitu peduli terhadap realita dan menjadikannya bahan diskusi sehari-hari.
Politik dianggap momok dan kutukan yang seharusnya tak boleh disentuh oleh pemuda-pemudi kita. Generasi-generasi tua menganggap kita –para remaja- masih anak-anak dan tidak tahu apa-apa tentang politik, apalagi masalah-masalah politik di Indonesia yang terbilang cukup kompleks.
Menurut saya, justru ketika generasi muda berbicara politik adalah hal yang patut diacungi jempol, sangat patut dibanggakan. Karena itu artinya, di umur mereka yang masih muda, mereka masih mempedulikan bangsanya, mereka sudah mempedulikan masyarakatnya. Merekalah remaja, generasi penerus bangsa ini, mereka pun berhak menyumbangkan suaranya di dunia politik. Mengapa harus dibatasi? Bukankah itu adalah suatu kemajuan, karena mereka telah mempersiapkan dirinya untuk ikut berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang sesungguhnya?
Remaja identik dengan ide dan pemikirannya yang masih fresh dan kreatif. Bukankah itu bisa menjadi sebuah kontribusi awal untuk me-reload­ ide-ide tentang politik Indonesia saat ini sehingga menjadi lebih berkembang dan solutif? Selain itu, jiwa kritis para remaja juga sangat dibutuhkan untuk melakukan control dan pengawasan terhadap politik pemerintahan negara kita.
Saya sendiri awalnya juga memegang paradigma yang salah tentang politik. Bahkan saya cenderung menghindar, saya terlalu takut untuk terjun di dalamnya. Tetapi di sisi lain diri saya, saya juga tak jarang melakukan diskusi dengan teman, mengomentari masalah-masalah Negara yang terkait sangat erat dengan dunia politik. Setelah itu, saya sadar bahwa berbicara tentang politik dengan usia kita yang mungkin masih bau kencur di mata orang-orang tua tidaklah salah. Benar-benar tidak ada yang salah. Bahkan jika mulai sekarang kita bercita-cita, atau terjun dan berkeimpung secara langsung di dunia politik benar-benar tak ada salahnya. Malah seharusnya kita berada di barisan terdepan untuk mendukung mereka, yang tentunya berorientasi membawa masyarakat Indonesia menuju masyarakat madani. Masyarakat yang lebih baik.

Kamis, 28 Juni 2012

Tiga Hari Bersama di Pandaan

Sakkkmkjksaa
Assalamualaikum Wr. Wb
Bismillaahirrahmaanirrahiim, apa kabar nih semuanya? Setelah sekian lama aku menghilang dan tak memposting, kali ini aku kembali dengan sebuah cerita yang tak akan terlupa, yaaaa sebuah perjalanan singkat rohis smadabaya untuk mencari, mencoba dan berbagi dalam balutan acara sederhana setiap tahunnya yang kami -ski2- beri nama "Orientasi Pemantapan Ski 2"
Sekedar informasi saja, OPSKI 2 diadakan rutin setiap tahun sebagai bekal untuk adik-adik yang naik ke kelas sebelas. Bekal apa? Tentunya bekal untuk menggenggam SKI Smadabaya yang merupakan tonggak keislaman semua warga Smadabaya.
Hari Jumat, 22 Juni 2012.. Bertepatan dengan acara pembagian rapor di sekolah, kami berangkat. Didahului dengan briefing, pembukaan dan jeda shalat Jum'at beserta makan siang, kami ber40 (12 panitia akhwat , 10 peserta akhwat , 9 peserta ikhwan dan 10 panitia ikhwan) dengan beberapa guru mulai meninggalkan sekolah dengan 5 elf yang beriringan, minus dinar ardi yang berangkat diantar orang tuanya. Tak sampai 2 jam kami sudah ssampai dengan sehat selamat dan tak kurang satupun, di -tempat yang sebelumnya kami ragukan- Taman Candra Wilwatikta, Pandaan. Area seluas kurang lebih 13 hektare yang dulunya sering digunakan untuk tempat pelatihan pegawai negeri ini, sempat membius kami hingga tak sadar satu per satu dari kami lantas mengucap "Subhanallah, bagus ya!"
Setelah check in dan berbenah sebentar, kami segera menuju mushalla di seberang kamar untuk menunaikan shalat Ashar yang dilanjutkan dengan acara bebas. Ada yang mandi, foto-foto, bahkan ikhwan -sebutan untuk anak laki2- malah asyik bermain bola. Ketika adzan Maghrib berkumandang, kami kembali berbondong-bondong meramaikan mushalla kecil itu, menunaikan shalat maghrib berjama'ah lantas kembali ke koridor penginapan untuk mengisi bahan bakar (baca: makan). Setelah bahan bakar terisi penuh, lagi-lagi kami harus kembali ke mushalla untuk menunaikan shalat Isya dan mendengarkan materi pertama yang dibawakan oleh guru Agama tercinta kita, Bapak Farkhan dengan tema "Indahnya Perbedaan"
Acara rahasia kami, Jurit malam sempat hampir terbongkar, namun alhamdulillah dapat kami amanka kembali. Dan ketika adik-adik tidur lelap, kami selaku panitia segera menuju mushalla untuk briefing yang diikuti dengan simulasi sampai akhirnya jurit dimulai. Arena jurit yang sudah kami desain sedemikian rupa, setidaknya cukup menyeramkan, bisa juga dipakai untuk menguji nyali adik-adik satu per satu. Dengan lingkungan hutan, jalanan sempit yang cukup untuk satu orang, pohon-pohon besar, gubuk dan rumah-rumah kosong yang di dalamnya sering terdengar "glodak..glodak.." Namun keadaan tersebut kai redam dengan kebijakan bagi peserta untuk berpasangan, selain itu jarak antara pemateri ikhwan dan akhwat dibuat tidak terlalu jauh.
Tugasku adalah menjadi pengisi pos ke 4 dengan membawakan sub tema "Peran Pelajar Muslim dalam Mengembalikan Kembali Kejayaan Islam" dtemani oleh Frea Meitha dan berpartner dengan Umar Rasyid yang penampilannya tengah malam itu lebih mirip dukun. Ternyata kekebalan umar terhadap dingin masih kalah jauh dibanding aku dan frea, terbukti walau jam masih menunjukkan pukul 02.00 dii hari umar sudah asyik mondar-mandir dan menggigil tak karuan. Sedangkan aku dan frea baru merasakan dinginnya taman candra wilwatikta ketika berjalan bersama nanda dan umar untuk kembali ke penginapan, sekitar pukul 03.30. Seharusnya ada sesi muhasabah di sini, tapi karena ternyata -tak hanya panitia-, peserta pun juga tepar satu per satu mulai tumbang seusai shalat shubuh, jadi muhasabah ditiadakan dan diganti dengan tidur "mindang" di mushalla. Sampai tiba saatnya makan pagi yang dilanjutkan dengan outbond. Kalau makan di sini niih, dijamin sehat bergizi dan kenyang! Karena nasi yang disediakan adalah nasi porsi kuli :p
Outbond berjalan sangat menyenangkan sekali walaupun aku tak mencicipinya walau sebentar. Bahkan saking asyiknya outbond, peserta juga panitia sapai lupa bersih diri, yang harusnya pukul 11.00 sudah mandi, cantik dan ganteng serta wangi, eeh mereka baru kelar bermain saja sekitar pukul 12.00. Dengan pertimbangan tersebut, pembina meminta kami selaku panitia yang sudah siap untuk mengganti acara, acara yang sebelumnya adalah materi terpaksa kami ganti dengan istirahat. Tak semua yang menggunakan kesempatan ini untuk benar-benar beristirahat, justru mereka memnuhi koridor penginapan untuk saing berbagi, bercerita, tanpa sadar acara kucur (kumpul dan curhat) telah berpindah ke waktu ini. 
Selepas shalat Ashar, kami masih asyik di mushalla untuk menambah ilmu tentang kepemimpinan yang dibawakan oleh Pak Ubay. Pak Ubay banyak bermain dengan angsa dalam pembawaannya kali ini. Cara kerja angsa ketika terbang berkelompok yang kemudian beliau analogkan dengan ccara kita dalam berorganisasi.
Setelah materi, kami dimanjakan kembali dengan adanya bakso yang khusus dipesankan Bu Rusniati -pembina ski- walaupun bayarnya jelas memakai uang sendiri :)
Hingga akhirnya lagi-lagi kami harus kembali ke mushalla, menunaikan shalat maghrib dan tadarrus bersama, dan kembali mengisi bahan bakar kami, duduk melingkar di koridor penginapan dengan sekotak nasi berporsi kuli. Menginjak waktu Isya, kami segera shalat berjamaah yang kemudian dilanjutkan pembawaan materi oleh Mas Budi dengan tema "Ukhuwah Islamiyah" dan "Semangat Berfastabiqul Khairat" yang dibawakan bu Rusniati, keduanya dengan semangat menggebu, membara yang turut membakar kantuk dan lelah para peserta.
Aku di tengah kegalauan karena kantuk yang tak tertahankan, tiba-tiba tersentak oleh seruan Ghifar sang ketua yang mengajakku mendiskusikan kembali acara untuk hari terakhir, tentunya bersama Abdullah sang ketua SKI yang berpartner denganku sebagai sie acara dalam event kali ini. Ditemani oleh Nanda Rahmad'an, Erdi Pratama, Silmi Niqa dan Devy Amalia yang turut meramaikan diskusi di belakang mushalla kala itu. Pukul 22.00 Acara selesai dan peserta diperbolehkan masuk kamar untuk segera tidur, sementara panitia harus tetap tinggal di mushalla untuk evaluasi, namun sayangnya evaluasi kali ini berjalan tak begitu maksimal dikarenakan kantuk yang sudah menular dan justru membuat panitia -apalagi akhwat- tertidur, dengan didukung suara Abdullah yang mirip-mirip orang tua sedang membacakan dongeng untuk anak tercintanya.
Dan apakah hasil dari pemaksaan besar-besaran semalam? Yaaaak, jadwal muhasabah yang sebelumnya tak terlaksana dengan sepakat aku dan Abdullah menggantinya di hari terakhir, namun lagi-lagi kami terlalu tepar dan kesalahan yang sama terulang kembali. :(( Tapi dibalik itu, ada sebuah percakapan yang "gak banget dweeeeh" yang terjadi di kamar panitia ikhwan
Erdi: Dul, tangi Dul muhasabah..
Abdullah: Muhasabah opo... (Loading.....) lho yo Astagfirullah..
Percakapan ini sukses membuat evaluasi pagi tadi dibumbui dengan tawa.
Yak, muhasabah tak berhasl dilaksanakan, dan setelah shalat Shubuh lagi-lagi kami tepar, dasaaaaaar banyak banget teparnya.
Oke langsung saja menuju acara puncak. Kita mengadakan tracking yang sudah disisipkan rencana busuk panitia di dalamnya. Mau tau? Sssst, ini rahasia :)))
Jadi, sebelum peserta diberangkatkan untuk tracking, mereka diwajibkan mengisi plastik dengan air manapun, asal penuh dan taraaaaaaaa! kami berhasil mengumpulkan sekitar 400 atau kurang plastik air yang kemudian kami sebar di kanan kiri jalan. Selesai adik-adik tracking jalan-jalan mengelilingi taman candra wilwatikta ini, mereka diminta untuk saling berkelompok ikhwan sendiri ahwat sendiri. Dan masing-masing kelompok akan diberi amanah sebuah ublik dengan nyala api, entah bagaimana caranya ublik itu tak boleh mati sebelum sampai tujuan. Dan dengan segera, seluruh panitia kecuali bos Didar sebagai sang pemandu dan Devy fotografer setia berubah menjadi setan-setan pelempar air. Hahaha, seru sekali melempar adik-adik tercinta dengan air yang susah payah mereka kumpulkan, begitu amunisi habis, mereka berbalik menyerang panitia dengan melakukan adegan peluk-memeluk, agar sama rasa sama rata sama basah dan sama bau.
Sebuah kejutan di akhir tracking diberikan oleh Mas Abdul Kodir -eks ketua SKI tahun lalu- yang dengan cool nya melempar sisa amunisi  ke arah Abdullah, Ghifar dan Didar :))
Eitss, kejutan belum berakhir, para ikhwan sudah menggagas ide busuk lainnya yaitu dengan mengarak gijon dan memasukkannya kedalam kolam kotor di depan penginapan, tanpa perlawanan sengit mereka berhasil menerjunkan gijon -begitu panggilannya- ke dalam kolam, diikuti oleh partisipasi akhwat yang mengarak athiyyah -salah satu adik kami- masuk juga ke dalam kolam. Ternyata korban tak hanya Ghifar dan Athiyyah, satu per satu korban pun ikut berjatuhan.. Abdul dan Jundi yang masuk berbarengan, kemuadian aku, amanda, dan entahlah aku tak begitu hafal urut-urutannya . Yang jelas hanya minoritas yang tidak ikut tercebur ke dalam kolam. Beruntunglah aku yang hanya tercebur sampai batas paha, sedangkan banyak yang justru jungkir balik jempalitan dan tenggelam di dalam kolam bau itu.
Setelah aksi brutal yang memakan korban begitu banyak, korban pun bergantian masuk kamar dan mulai berebut kamar mandi, setelah itu shalat dzuhur dan penutupan.
Yang jelas, OPSKI kali ini begitu memorable sekali. Bahkan sampai detik ini, menjelang h + 5 kepulangan kami dari OPSKI, segala obrolan dan cerita mengenai kebersamaan kami di pandaan begitu hangat dan mengesankan.
Apalagi setelah OPSKI, aku mendapat sms dari seorang ikhwan yang jujur mengatakan bahwa ia sebenarnya tak rela melepas, tak rela OPSKI 2 ditutup. Dengan berakhirnya acara kami yang alhamdulillah sukses besar ini, proker kami pun semakin berkurang, yang turut menandakan bahwa pundak kepengurusan SKI Smadabaya akan beralih tangan dari kami.
Yap, OPSKI 2 ini berhasil membuatku, bahkan mungkin teman-teman panitia yang lain galau. Rasanya tak enak sekali menyadari bahwa sebentar lagi kami tak bisa bermain-main lama di takmir, saling beradu argumen, sewot-sewotan, meramaikan takmir bersama dan mengurus segala tetek bengek yang menyangkut SKI dan Islamnya Smadabaya. Tak terasa hampir 2 tahun kami berjalan beersama, 1 tahun menjadi adik-adik yang polos dan lugu, dan tahun berikutnya menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di rohis ini. Takmir, masjid, SMADA! menjadi saksi bisu perjalanan kita teman, tapi tenanglah! Meski setelah ini proker selesai, persaudaraan dan perjalanan kita takkan pernah usai, tetap tersenyum dan selalu kuatkan barisan terdepan, teriakkan dengan lantang "ALLAHUAKBAR!" Keep hamasah teman :))
aaa

Special post ini kutujukan kepada teman-teman seperjuanganku, SKI'2 2011-2012, adik-adikku yang sebentar lagi SKI dan warga smada berada ditangannya, Keep hamasah ;))
Wassalamualaikum

Minggu, 27 Mei 2012

Euforia Kelulusan Siswa SMA

Assalamu'alaikum Wr. Wb ^^
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Nampaknya, bau-bau kelulusan masih begitu kuat tercium di seantero Indonesia. Ya iyalah! Kan baru kemarin pengumuman kelulusan ujian nasional tingkat SMA diumumkan. Bahkan snmptn jalur undangan pun ikut menambah dagdidug rombongan siswa kelas XII, padahal pengumuman resmi baru di buka esok hari (28/05/2012).
Tentu saja kata "LULUS" menjadi hal yang sangat dinanti mereka. Satu kata yang dapat membayar lelah perjuangan selama hampir 3 tahun bersama seragam putih abu-abu. Dan bisa ditebak, di mana ada kebahagiaan, di sana pula teradi berbagai macam euforia yang tak berujung. Jenis euforia yang paling banyak digandrungi oleh mantan pejuang unas ini tak lain dan tak bukan adalah..... KONVOI + CORAT-CORET SERAGAM SEKOLAH

Yap, nampaknya dua kegiatan yang saling melengkapi itu sudah melekat dan menjadi tradisi turun menurun bagi masyarakat Indonesia, tak terkecuali di Surabaya yang panas ini. Padahal, jauh-jauh hari sebelumnya Dinas Penndidikan yang juga berkoordinasi dengan kepala sekolah-sekolah di Surabaya pun sudah melarang dengan tegas konvoi kelulusan, tapi apalah dikata untuk remaja Indonesia? "Peraturan dibuat utuk dilanggar" begitu kata salah seorang teman saya. Ha? Dilanggar? Bukannya peraturan dibuat untuk dipatuhi agar tercipta keseimbangan sistem dan berujung pada ketertiban serta kedamaian? Sayangnya itu hanya teori, karena sampai saat ini masyarakat Indonesia belum mampu tuk merealisasikannya.
HARUSKAH? PERLUKAH? PENTINGKAH? Bahagia boleh, tak ada yang melarang untuk berbahagia, namun juga perlu diperhatikan nilai positif dan negatifnya juga kan? coba kita lihat, apa sih nilai positif dari euforia yang berlebihan seperti itu? Paling-paling hanya sebagai pelampiasan rasa bahagia yang memuncak kan? Hanya sekedar memamerkan kelulusan? Padahal masih banyak cara untuk mewujudkan rasa syukur akan kelulusan lho, ga harus ramai-ramai konvoi ugal-ugalan yang berbahaya atau corat-coret baju, kasihan sekali bajunya kan bisa disumbangkan, masih banyak lho murid-murid yang memiliki semangat juang tinggi untuk sekolah tapi g punya baju :( Daripada mubadzir, kan enak kalau disumbangkan. Membantu orang lain, nabung paahala :))
Daripada waktu terbuang untuk menambah kemudharatan, mengapa mereka tak menghabiskan waktu yang masih dimiliki untuk kembali memikirkan masa depan, merancang strategi baru tuk perjuangan selanjutnya? UNAS BUKAN AKHIR MEN! JALAN MASIH PANJANG! Atau jangan-jangan, sama sekali tak terlintas dalam benak mereka mau ke mana mereka setelah ini? Mau jadi apa mereka kelak? Hmm, kasihan yah.. Padahal kan mereka sudah susah payah menunjukkan pada dunia bahwa mereka telah LULUS UNAS! Padahal kan mereka sudah rela mengorbankan seragam putihnya menjadi amuk cat ataupun spidol warna-warni? Tapi apa gunanya itu semua jika nantinya hanya menambah daftar sampah dibu pertiwi? Ga malu ya? Hmm, kasihan kasihan kasihan. :(
Belum lagi yang -setelah konvoi- harus pulang dengan tubuh yang sudah kaku dan tak bisa digerakkan seperti berita baru-baru ini:
TEMANGGUNG - Seorang pelajar, Sutri Usud Nur Arif (17), siswa SMK Swadaya Temanggung tewas ketika mengikuti konvoi usai pengumuman kelulusan tingkat SMA/MA/SMK, Sabtu (26/5/2012). Saat konvoi arak-arakan sepeda motor korban mengalami kecelakaan di Jalan Raya Temanggung-Parakan.
Zaenal (34), seorang saksi mengatakan, kejadian berlangsung sore saat banyak siswa yang baru dinyatakan lulus ujian nasional menggelar konvoi. Korban tewas setelah terjatuh dari sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi B 3156 EW yang dikendarainya. Tepatnya saat para pelajar yang konvoi dari Parakan ke Kota Temanggung sampai di Desa Danupayan, Kecamatan Bulu, Temanggung. (tribunnews)
Tak hanya menarik korban dari pelaku konvoi sendiri, sebenarnya mereka sangat mengganggu jalanan yang sudah ramai dan padat menjadi semakin bising. Bahkan seorang ibu yang tak bersalah ikut terseret menjadi korban! 
Seorang warga menjadi korban tabrak lari para siswa SMA yang sedang konvoi perayaan kelulusan di Buleleng, Bali, Sabtu (26/5). Polisi yang medapat laporan kecelakaan tersebut kemudian mengamankan puluhan siswa untuk dicatat identitasnya dan dibawa ke Mapolers Buleleng. (tvonenews).
Hmm, miris bukan? Kelulusan yang seharusnya menjadi kabar bahagia, disyukuri dengan cara yang salah :(. Padahal di lain sisi, masih ada saudara mereka yang tidak lulus. Masih ada saudara mereka yang justru menangis bahkan jatuh pingsan dibalik tawa dan teriakan HORE mereka!
Bukankah realitas ini justru semakin menunjukkan kebobrokan moral generasi bangsa kita? Tapi mau bagaimana lagi? Memang begitu kenyataannya, semua sudah terjadi! Lantas, haruskah kita tetap berdiam diri? Mengulang kembali tradisi yang sudah sepatutnya kita tinggalkaan?
Pasti banyak yang mengharapkan perubahan dibalik kerusakan-kerusakan ini. Dan itu tugas kita, sebagai generasi selanjutnya untuk merealisasikan harapan-harapan mulia mereka. Bukan jamannya lagi sekarang lulus SMA konvoi ugal-ugalan di tengah jalan, bukan jamannya lagi lulus SMA coret-coret baju penuh warna. TIDAK! Yang ada, setelah lulus SMA justru tabungan pahala kita bertambah :) Baju seragam dan buku-buku SMA yang sekiranya sudah tak digunakan lagi diberikan kepada yang membutuhkan, itu baru mantan pejuang unas yang hebat! :D  
Ingat, unas bukan akhir lho! Masa depan menunggumu tuk menjadikannya lebih baik! So? Jangan lagi habiskan waktumu di jalanan untuk menyetor nyawa, gunakan kesempatan yang ada untuk persiapan jalan yang lebih jauh dan berkelok di depan.
sumber: http://luth-outsider.blogspot.com  
Hamasah! ^^v. SEMANGAT PERUBAHAN :D

Minggu, 13 Mei 2012

Ayo Bersyukur

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Bismillaahirrahmaanirrahiim :))


Jum'at kmarin, 11 Mei 2012 sama seperti Jum'at biasanya. Aku mengikuti keputrian yang diadakan SKI'2 (Si Kerohanian Islam SMAN 2 Surabaya). Bedanya, kali ini sampai akhir tahun ajaran baru, keputrian yang biasanya berjalan pukul 11.45-13.00 di ruangan kelas XII P-2, harus mundur 45 menit karena siswi SMADA juga harus mengikuti shalat Jum'at.
Tapi nyatanya keputrian baru dimulai pukul 13.00 alias mundur 75 menit!! Huehehe, maafkan ^^v aku turut berperan dalam kemoloran inij ;((
Daaaan dikarenakan Mbak Laila -mntor kelasXI- berhalangan hadir, mentoring kelas XI diisi oleh Mbak Prima -mahasiswi psikologi unair- yang juga merupakan teman dari mb Laila.. Bingung? Mbulet? Ok lwati saja hhe karena ini hanya sekedar intermezo belaka :3
Intinya, keputrian Jum'at kemarin membahas tentang S.Y.U.K.U.R
Kedua-dua, stelah pertamanya berknalan ria dengan Mbak Prima, kami diminta untuk menceritakan pengalaman ketika bisa selamat dari sebuah keadaan kritis. Dan eng ing eng orang pertama yang dipilih adalah aku!
Aku memulai ceritaku dengan memutar kmbali memori pada 5 bulan yang lalu. 18 Dsember 2011, saat peristiwa pngantar liburan itu trjadi. Bagi yang blum tahu cerita lengkapnya bisa dibaca di sini .
Huft, memori itu benar-benar kembali. Bayangan ketika aku sedang asyik "mencicipi" cecek buatan ibu di dapur -dengan kaki kanan naik ke keramik yang menjadi meja kompor- (jangan ditiru yah, :)), lalu keramik yang kunaiki pecah, dan potongannya tepat menyobek kaki kanan di bagian bawah lututku. Bayangan akan darah yang mengalir deras dari bawah lututku juga ikut bermain-main di otakku. Perasaan yang -entah- takut, kaget, heran, pengen nangis bahkan malah pengen ketawa juga kembali membuncah. Hiii, jadi ngeri sendiri :((
Tapi ternyata Allah masih begitu sayang padaku. Alhamdulillah, saat itu kedua orang tuaku berada di rumah. Dan ketika aku berteriak -dalam keadaan bingung- memanggil mereka, dengan cepat bapak segera menggendongku, membalut lukaku dengan kain dan kemudian mengantarku ke rumah sakit.
Entah bagaimana nasibku jika saat itu aku hanya sendiri di rumah, bisa jadi aku lemas kehabisan darah. Entahlah, bahkan mungkin hal yang lebih buruk juga bisa terjadi paadaku. Ya Allah, Alhamdulillah Ya Allah, Terima Kasih :))))))))
Begitupun ketika aku hanya perlu dibius lokal ketika dokter akan menjahit lukaku sebanyak 26 jahitan! Sakit memang, tapi mungkin itu adalah caraNya untuk mengingattkanku. "He ojo ndablek-ndablek, wedok kok penek.an ae (Jangan nakal-nakal, perempuan kok naik-naik saja, red)"
Sampai sekarang, di bawah lututku masih jelas terlihat bekas jahitan tersebut. Sampai sekarang pun, masih ada trauma yang menyebabkanku tak bisa berlari normal seperti dulu. :')) Tapi yaaaaah, mungkin memang ini caraNya untuk mengingatkanku. Jujur saja, aku memang agak sedikit tomboi dalam bertingkah. Bahkan sampai sekarang, tapi setiap aku ingat bekas luka jahit ini, pelan-pelan aku mencoba berhenti :))
Mbak Prima ngomong gini,
Nikmat itu ga cuma yang enak-enak aja. Tapi terkadang kita memang hanya suka mengambil yang enak-enak. Padahal, yang ndak enak pun juga bisa menjadi nikmat jika kita mensyukurinya

Dan Mbak Prima benar! Ini menjadi sebuah nikmat yang takkan terlupa lho :D Makasih Ya Allah, :D
Walaupun menyisakan bekas luka seperti ini, -yang mungkin ga bisa hilang-. Memang seharusnya aku benar-benar bersyukur. Bersyukur aku ga mati kehabisan darah, :)) Bersyukur kakiku ga harus diamputasi :)) Bersyukur aku masih bisa jalan :)) Bersyukur karena luka ini selalu mengingatkanku :))
Begitu pula ketika mendengar cerita teman-teman yang tak kalah kritisnya.. Dan ternyata dibalik itu semua mereka masih bisa bersyukur lho. Waaah, ga mau kalah niiih :( Harus. Lebih. Sungguh. Sungguh dalam. Bersyukur. Karena sebenarnya syukur ga cukup hanya dengan kata seperti ini. Akupun masih belajar kawan :D
inilah gambar keramik yang sudah menyobek kakiku

Gimana sih cara bersyukur yang benar? :o
Ini dia, special for you :3
1. Mengucap Alhamdulillah dan berterima kasih kepada Allah. Bersyukur dengan mengucap Alhamdulillah -walaupun sederhana, mudah, gampang dan sejenisnya- ternyata sulit untuk direalisasikan. Akhir-akhir ini sudah mulai terbiasa lidah kita mengucapkannya karena peran salah seorang artis yang membuat kalimat "Alhamdulillah yaa" menjadi ngetren. Tapi Alhamdulillah di sini bukan Alhamdulillah yang hanya sekedar ikut-ikutan tren lho, karena Allah sendiri yang telah memerintahkan kepada kita melalui firmanNya dalam surah An Naml:93 yang artinya:
"Dan katakanlah segala puji hanya bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaranNya maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap yang kamu kerjakan"
Tentunya masih banyak ayat lain yang memerintahkan hal serupa. So, tunggu apalagi? Ucapkan Alhamdulillah -dalam kondisi apapun- yang diberika Allah kepadamu.
2. Syukur tak hanya dengan lisan. Tak seperti salah seorang artis yang hanya mengucapkan "Alhamdulillah ya", tapi juga diamalkan dengan perbuatan.
Misalnya, ketika orangtua sedang berbaik hati memberi uang saku Rp 1.000.000,- per minggunya. Kita bisa memberi sepersepuluh lah dari uang tersebut untuk pengemis di jalan, atau sederhananya mentraktir teman yang tak punya uang saku.
Sebuah permisalan lagi, ketika kita ujian ga remidi -aamiin Y Rabb-, selain mengucap Alhamdulilah dan terima kasih kepada Allah, kita bisa mengamalkannya dengan cara memberi les privat gratis kepada teman yang remidi.
Abu Hazim Salamah bin Dinar berkata,
"Perumpamaan orang yang memuji syukur kepada Allah hanya dengan lidah, namun belum bersyukur dengan ketaatannya, sama halnya dengan orang yang berpakaian hanya mampu menutup kepala dan kakinya, tetapi tak cukup menutupi seluruh tubuhnya. Apakah pakaian tersebut dapat melindunginya dari cuaca panas atau dingin?"
3. Bersabar ketika mendapat "durian jatuh". Ini durian jatuh dalam arti sebenarnya. Kalau kejatuhan durian kan pasti rasanya sakit ya? Tapi dibalik itu, jika kalian adalah penggemar berat durian, pasti kalian juga bisa merasakan nikmatnya durian itu dari sisi lainnya, yaitu isinya ketika sudah dikupas :))
Begitu juga dengan durian dari Allah. Ketika Allah memberimu suatu masalah/ujian/cobaan/apapun itu, bersyukur dan bersabarlah! Yap, bersyukurlah!! Karena dengan adanya ujian tersebut Allah telah memilihmu  dan menjadikanmu lebih kuat, lebih dewasa dan lebih baik. Tentunya jika kamu bersabar dan mencari hikmah yang tersembunyi di dalamnya. Bukankah Allah selalu memberi apa yang terbaik untuk kita? :))

Kok aku masih suuuuuulit buanget ya buat bersyukur? Pernahkah pertanyaan semacam itu mengganggu benak kalian? Aku juga lho, dan sekali lagi aku juga masih sama-sama belajar. Apa dong jawabannya? :o
Check this out! :D
1. Ingatlah setiap nikmat yang sudah diberi Allah kepada kita, sekecil apapun itu. Coba berdiri di depan cermin, lalu perhatikan bayanganmu sedetail-detailnya.
Masih punya rambut, masih punya mata, masih punya hidung, mulut, telinga dan organ-organ lainnya. Itu nikmat yang buesar sekali lho teman!! :D Tapi sayang, kita jarang menyadarinya :((
2. Melihat ke bawah. Eits, melihat ke bawah bukan untuk mencari koin yang berjatuhan lho ya.. -,- Tetapi bagaimana menempatkan sudut pandang anda sebagai orang yang beruntung.
Misalnya, ketika kamu hanya bisa berangkat sekolah naik angkot, jangan sekali-kali deh ya ngiri sama yang bawa mobil sendiri. Yang ada ya sakit hati terussssss, -_-. Coba aja lihat yang -misalnya- ga dikasih orangtuanya uang saku biarpun itu untuk ongkos angkot. Mereka harus -misalnya lagi- jalan kaki ke sekolah, atau lari-lari loncat-loncatan ngejar pickup yang tentunya berbahaya sekali.  :))
3. Bersikap husnudzon. Nah ini nih puenting banget husnuudzon baikk dalam hubungan dengan Allah maupun dengan manusia lainnya. Ya ketika kamu dikasih cobaan nih, kalau kamu berhusnudzon kepada Allah bahwa pasti ada hikmah dibalik ujianNya, kamu pasti akan bersyukur karena telah dipilih untuk mendapat ujian yang bellum tentu semua orang bisa memikulnya. :))
4. Tidak mengeluh! Ini nih yang paling penting dan menurutku paling susah hehe.. Terkadang matahari panas saja kita kan sudah ngeluh ya "Ya Allah panaseee," terkadang waktu berjalan lama sekali kita juga ngeluh "Ya Allah suweneee" tapi kalau hujan kita juga ngeluh lagi "Ya Allah kok udan se?" atau kalauu waktu berjalan cepat, "Ya Allah cepete seh".
Wahwahwah, manusia itu memang ruepot pake banget ya.. wkwkwkwk :)

Kalau kita senantiasa berrsabarr dan bersyukur itu, rasanya sesuatu banget deh ya..hidup itu terasa uenjoy gitu lho :) Tapi memang susah, karena setan selalu siap menggoda kita dari sisi manapun, Tapi jangan salahin setannya juga dong, kita juga ikut andil lho memberikan ruang kosong pada setan-setan terkutuk itu untuk masuk :( Kita sama-sama belajar teman.. Ayuk sama-sama mengingatkan tuk senantiasa bersabar dan bersyukur.

kayak gini nih saling mengingatkan untuk bersyukur :))


Semoga bermanfaat ^^
Waalaikumsalam wr. Wb

Minggu, 22 April 2012

Tanpa Judul

16 tahun lebih setelah aku lahir, tumbuh dan besar di dunia ini
Yaa, 16 tahun sudah kulihat apa yang belum pernah kulihat sebelumnya,
aku mendengar apa yang belum pernah kudengar sebelumnya,
aku merasakan apa yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Di sini aku belajar, aku memahami, aku mencoba mengerti
Tentang apa-apa yang tak ku tahu
Di sini aku berbagi, aku mencari, aku menemukan..

Hingga akhirnya aku sampai di titik yang biasa disebut "remaja"
-yang katanya adalah proses peralihan dari anak anak menuju dewasa-
Hingga akhirnya aku menginjak masa putih abu-abu
-yang katanya adalah masa paling indah-
Hingga akhirnya aku mengenal sebuah perasaan yang dipanggil "cinta" "sayang"
-yang katanya mereka itu buta-
-yang katanya mereka itu rela berkorban-
-yang katanya mereka itu adalah nafas dari sebuah kehidupan-

Katanya, yaa memang masih katanya
Karena tak semua berhasil kubuktikan

Beribu sakit sudah menghantam raga dan jiwa ini
Begitu pula dengan hati, yang entah sudah berapa kali tersayat oleh luka demi luka
Tangis kecilku dulu, yang membuat banyak orang bahagia atas hadirnya diriku di sini,
Kini berganti menjadi tangis penuh luka, kecewa, amarah,
Menyenandungkan sebuah pilu, dengan melodi sendu
Peluh, keringat, darah yang menetes dan mengering seiring berjalannya waktu
Lirikan tajam, cercaan pedas, seakan sudah menjai biasa dan akrab untukku
Tapi aku tetap berjalan, bahkan berlari..
Walau masih tertatih, walau harus terjatuh tiap jengkalnya

Itu perjalanan pahit yang membuatku sepintas membenci dunia
Itu perjalanan sulit yang melemahkan kelemahanku
Itu perjalanan sakit yang selalu menggugahku tuk kembali ke memori lama

Bertahun-tahun yang lalu
Saat aku masih putih, bersih
Saat aku masih tak tahu apa itu dunia
Apa itu sakit
Apa itu tangis
Apa itu luka
Saat aku masih berada dalam dekapan ayah ibuku,
Menjadi senyum bagi mereka,
Saat aku masih menjadi ratu,
Yang dimanja, yang dipenuhi segala inginku
Saat tingkah lucuku mengundang tawa bagi orang-orang di sekitarku
Saat aku tak tahu untuk apa aku belajar,
Saat aku tak bisa membaca walaupun hanya satu kata
Saat aku tak perlu susah payah melangkahkan kaki untuk sekolah
Saat itu,
Saat aku belum mengenal arti kehadiran seseorang
Saat aku "hanya" mencintai Tuhan dan orangtuaku
Saat aku masih dengan polosnya tersenyum penuh arti,
Tanpa sebuah kepura-puraan

Memori masa kecil itu sungguh indah,
Menciptakan sebuah nyanyian riang dengan ramai kicau burung bersahutan
Membentuk sebuah melodi indah, bukan melodi sendu yang akhir akhir ini ku rasa

Tapi itu hanya memori,
memori yang sudah PASTI tak dapat terulang kembali.

Dan ketika aku kembali menyelami waktuku saat ini,
Sesuatu membangunkanku,menyadarkanku bahwa ada Dzat yang tak pernah lupa, tak pernah tidur
Bahwa Dzat itulah sumber kekuatan dari segala kekuatan
Yang tak pernah lupa memberi senyum dibalik tangis,
sedalam apapun tangis itu,
sekeras apapun tangis itu,
Bahwa Dzat itulah sumber kekuasaan dari segala kuasa
Yang selalu bisa menyembuhkan luka yang terlanjur menyayat,
sesakit apapun luka itu,
seperih apapun luka itu,
Bahwa Dzat itulah,
Yang tak pernah tidur ketika hambanya berusaha
Yang selalu adil membalas peluh, keringat dan darah yang membanjir

Bukankah aku sedang berada di titik keremajaan yang menjadi jembatan antara masa kekanak-kanakan menuju kedewasaan?
Bukankah aku sedang belajar?
Bukankah aku sedang mencari sebuah arti dalam fase-fase hidup ini?
Bukankah aku sedang berada dalam sebuah perjalanan panjang menuju sebuah keabadian?
Pantaslah bila banyak duri bertebaran di sepanjang jalanku,
Pantas bila banyak kayu melintang menghalangi jalanku,
Karena hidup tanpa ujian adalah sebuah OMONG KOSONG!

DenganNya, atas janjiNya
Bahwa akan ada kemudahan di setiap kesulitan,
Aku tak hanya bisa menangis,
aku tak hanya bisa diam terluka, menahan sakit, beban dan amarah,
Tapi aku juga bisa tersenyum,
Aku bisa tersenyum dan mengatakan pada dunia, bahwa aku masih kuat!
Aku bisa tertawa lepas, mengusir segala jenuh dan penat dengan berbagi canda dan tawa
Aku bukan perempuan lemah yang terus terpuruk dalam suatu keadaan buruk
Aku bisa membuktikan bahwa peluhku, lelahku, air mataku, keringatku, darahku,
tak terbuang hanya untuk kesia-siaan

DenganNya pula, dalam bimbinganNya,
Aku berani berkata
Aku ada!
Aku bukan sampah yang hanya bisa meresahkan,
Aku bukan sampah yang selalu membuat orang menutup hidung tatkala melewatiku,
Aku bukan sampah!
Karena aku, terlahir untuk berkarya demi Tuhanku.

Rabu, 28 Maret 2012

Selamat Tinggal SSC, Selamat Datang UTS

Assalamu'alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh :))
Wah, sudah cukup lama nih ga update nih blog, jd kangen :D
Langsung aja deh ya, ^^

Yaaak, satu minggu terakhir ini hariku disibukkan dengan menjadi bagian dari panitia SSC 2012. Sebuah even besar yang dengan bangga dipersembahkan oleh OSIS-MPK SMADABAYA 2011/2012, tempat kita semua berbagi tangis dan tawa, tak hanya kami sebagai panitia, namun juga peserta, pembina, dan semua pihak yg terlibat :)) Tempat di mana semangat, perjuangan, prestasi, kecewa dan kegagalan membaur bersama sportifitas.

Yap, tepat seminggu aku dan anak2 OSIS-MPK lainnya berkutat dalam penyelenggaraan, belum ditambah dengan persiapan sebelum hari H yang tentunya tak membutuhkan waktu barang sehari atau 2 hari. Di saat siswa-siswi smada lainnya mulai membuka dan mengulang-ulang pelajaran demi pelajaran sebagai bahan UTS, kami harus sedia di sekolah setidak-tidaknya sampai adzan Maghrib berkumandang. Bahkan tak jarang kami baru meninggalkan area smada pukul 8 atau 9 malam.

Menjadi sebuah kelegaan dan kebanggaan tersendiri bagi kami, setelah acara berakhir hari Senin (26/03/2012) dengan lancar dan sukses. :))

Banyak hal yang mungkin dirindukan banyak orang setelah ini, :p
Berjalannya pertandingan di tengah terik matahari dan derasnya hujan. Hebohnya teriakan dan dendangan ngawur dari galon yang ditujukan para suporter untuk kawan-kawannya yang asyik bertanding. Euforia para pemenang setelah berhasil membuat lawan-lawan mereka "keok". Komentator-komentator gokil yang tak jarang mengundang banyak tawa, menghidupkan kembali suasana pertandingan.

Khusus untuk teman-teman panitia,
Yang telah rela berbagi susah dan senang bersama selama hampir 2minggu terakhir,
Wajah-wajah lusuh yang bosan kulihat setiap harinya :p,
Makan-makan nasi bungkus bareng ga pake sendok, ngitung uang bareng-bareng, nyanyian-nyanyian kalian yang terkadang ga jelas bin ngawuur, milih-milih foto, evaluasi bareng-bareng rrame-rame malem-malem sampe diusir, berbagi minum dari botol aqua, melihara tomcat bareng-bareng, nggalau bareng-bareng, ketawa bareeeeng, daaaan masih banyak lagi yang ga bisa tak sebutin satu-satu :))
Makasih banyak ya rekk, proker selanjutnya menunggu ^^

SSC 2012 sudah beraakhir, sekarang waktunya fokus sm UTS, biar gak remidiiiiii, nilai jauuuuh di atas KKM semua, -aamiin- :))
Buktiin kalau kita emang bisa!! Semangat untuk melakukan hal yang lebih, lebih, lebih dan leeeeeeeebih baik lagi, sesuai dengan tema SSC kita, Spirit to do more!!!! :D
Yak, selamat tinggal SSC 2012, dan Selamat datang UTS Genap.. :)) Fight for UTS..

Photo slideshow video

Beberapa foto SSC:
Persiapan opening ceremony
MC kita: Aisyah dn Frea
Wasit Futsal
Panitia berpose
Yg di tengah itu Pak Dicky, pembina kita
Tim Futsal Smada
Suporter
arek smada: euforiaddict nih :)
@smadaSSC2012:





Hari pertama UTS sudah terlewati, masih ada 6 hari lagi.
Hari pertama ini tak bisa dibilang baik, tapi juga tak terlalu buruk sih. Hanya ada sedikit masalah kecil yang Alhamdulillah langsung terselesaikan. Yaah, karena kemarin aku 'sengaja' ga ke sekolah, jadi kartu UTSku dibawa oleh Abdullah Musabbih sang ketua kelas. Begitu tadi pagi aku datang, akupun langsung menuju ruang 9 sesuai instruksinya dari sms. Setelah tolah toleh tak tentu, tak jua kutemukan sosoknya. Yaaa sudah,   aku pun segera beranjak ke depan ruang 5 untuk segera bergabung dengan hijabers lainnya, sedikit mengulang apa yang kupelajari sebelumnya. Satu poin minus lagi untuk hari ini, aku lupa membawa pin merah putih yang notabenenya wajib dikenakan  setiap harii di sekolahku tercinta ini,.

nih kartu uts


Bel sudah berbunyi, dan aku masih saja belum mendapatkan kartu UTS dan pinjaman pin.. Tapi yaah apa dayaku, dengan langkah gontai kumasuki ruang 4 yang sudah ber-AC. Dinginnya AC langsung menyergap tubuhku, lebih sejuk dari pada udara di luar. Begitu LJK dibagikan akupun masih sibuk "clingak-cllinguk" minta contekan nomor peserta. Dirasa mencurigakan oleh pengawas, akupun langsung diinterogasi. Dan akhirnya, akupun disuruh keluar untuk mengambil kartu UTS yang masih berada di tangan Abdullah.

Dengan keadaan yang bingung dan panik sendiri aku segera berlari menuju ruang 9 dan l;angsung menjarah Abdul untuk segera memberi kartu UTS. Eeeeeeeh, si Abdul malah nitip kartu UTS Arya yang ruangannya pun berbeda dengan ruanganku. Tapi tak apalah, mungkin Arya juga lagi dalam kebingungan yang sama sepertiku. Dan akhirnya, setelah kumasuki ruangan arya dan memberi kartu UTS ijo, aku segera kembali ke ruang 4 tercinta dan segera mengerjakan UTS dengan penuh khidmat. Wkwkwkwkwkwk, :p
Berharap besok lebih baik lagi, spirit to do more!! :D

Wassalamu'alaykum wr. wb
Cute Purple Rain drop