Social Icons

Sabtu, 18 Agustus 2012

Contoh Naskah Pidato

Assalamualaikum Wr. Wb

Pada hari terakhir kegiatan belajar mengajar efektif terakhir di sekolah saya minggu lalu, Kamis (9/08/2012), saya dan 31 teman XII P-3 Smadabaya diberi tugas untuk membuat sebuah naskah pidato dengan tema bebas.
Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum yang biasanya dibawakan oleh seseorang yang memberikan orasi dan pernyataan tentang suatu hal yang penting dan patut diperbincangkan.
32 naskah pidato yang terkumpul tentu berbeda satu dengan lainnya. Kami hanya diberikan waktu selama kurang lebih satu jam untuk merumuskannya, berbeda halnya dengan pidato-pidato penting pejabat tingkat atas yang sekiranya membutuhkan otak yang cukup encer dan waktu beberapa hari beberapa malam agar pidatonya menjadi sangat-sangat berkesan.
Pidato yang saya buat bertemakan Sumpah Pemuda, kurang lebih begini isinya.

Assalamualaikum Wr. Wb
Hadirin yang berbahagia, pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmatnyalah kita bisa berkumpul di tempat ini untuk memperingati 84 tahun lahirnya Sumpah Pemuda.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, yang telah mengeluarkan kita dari jaman kegelapan menuju jaman yang terang benderang seperti saat ini.
Terima kasih yang sebesar-besarnya saya tujukan kepada pemuda-pemudi generasi emas ibu pertiwi yang telah berkenan menyediakan waktunya untuk turut memeriahkan acara kali ini.
Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Sumpah Pemuda lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 sebagai awal kesatuan pemuda-pemudi Indonesia yang sebelumnya berjuang melalui daerah asal masing-masing. 84 tahun yang lalu, berbagai pemuda dari sabang sampai merauke berbondong-bondong menghadiri kongres Pemuda yang dipimpin oleh Sugondo Joyo Puspito, hingga akhirnya melahirkan sebuah sumpah, ikrar setia yang menggetarkan siapa saja yang mendengarnya. Sederhana, tapi sarat akan makna. Berbangsa satu, bertanah air satu, berbahasa yang satu, Indonesia!
Pemuda-Pemudi sekalian,
Para perumus sumpah pemuda itu sudah berhasil merealisasikan sumpahnya, menghapuskan perjuangan kedaerahan dan memulai kembali berjuang atas nama persatuan, hingga akhirnya terciptalah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia 17 tahun kemudian. Namun apakah sumpah itu gugur begitu saja?
Tidak. Tahun ini kita memasuki usia kemerdekaan ke 67, tapi pada realita yang terjadi di lapangan, kemerdekaan yang kita capai belumlah mencapai taraf kemerdekaan yang hakiki. Lantas siapakah yng harus berperan selanjutnya? Phlawan-pahlawan terdahulu kita sudah gugur sebagai bunga putra bangsa, dan nasib bangsa ini selanjutnya berada di tangan kalian, wahai generasi emas ibu pertiwi!
Jangan jadikan sumpah pemuda sebagai sejarah masa lalu yang hanya menjadi bahan pelajaran, jangan biarkan sumpah pemuda hanya tertulis indah sebagai pajangan di ruang-ruang kelas. Tapi jadikan itu sebuah motivasi besar untuk kembali bersatu dan mengadakan perubahan terhadap bangsamu, terhadap tanah airmu.
Pemuda-Pemudiku,
Tonggak kemajuan bangsa ini ada di tangan kalian, singsingkan lengan baju kalian dan bawa Indonesia menjadi "ada" di kancah Internasional, buktikan kepada mereka di luar sana bahwa kita bukan bangsa bodoh yang tertinggal, buktikan bahwa bangsa kita juga layak untuk dihormati dan dihargai. Buktikan kepada mereka yang telah gugur di medan pertempuran, bahwa darah mereka tak terbuang sia-sia.
Kurang lebih hanya ini yang bisa sampaikan, kami selaku generasi tua menitipkan ibu pertiwi di tangan kalian, entah beberapa tahun ke depan buatlah mimpi-mimpi kami menjadi nyata.
Saya mohon maaf jika ada kata-kata yang salah dan tidak pada tempatnya,
Wassalamualaikum Wr. Wb

Pidato ini dibuat tak lebih dari sepuluh menit, jadi saya mohon maaf jika di dalamnya masih terdapat kekurangan.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cute Purple Rain drop